Firli Bahuri: COVID-19 Sedang Mewabah, KPK Tetap Terus Meningkatkan Performansi
The Jambi Times, JAKARTA | Proses evaluasi secara berkala selalu dilakukan oleh KPK.
Baik periode bulanan, triwulan. Evaluasi tersebut dilakukan tidak saja secara
lengkap untuk kinerja menyeluruh kpk, tetapi juga dilakukan per kedeputiaan
setiap bulan. Khusus untuk evaluasi triwulan pertama semula yang dijadwalkan
tanggal 20 maret 2020 memang belum dilakukan karena kami mempertimbangkan
situasi terkini serangan wabah corona virus -19 dan tentu mengalami sedikit
penundaan lantaran adanya wabah COVID-19 tadi.
Kami sangat memahami kritik dari
para aktivis anti korupsi yang menanti OTT dan hasil perburuan para DPO.
Sejumlah survey yang menilai kepercayaan pada KPK mengalami penurunan tentunya
akan kita jadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi kami untuk melakukan
perbaikan. Ujar Ketua KPK Firli Bahuri kepada media, Jumat 20/03/20.
"Namun perlu saya
tegaskan," OTT itu bukan tujuan atau gimmick supaya KPK terlihat bekerja.
OTT adalah salah satu alat penindakan. Belum ada OTT bukan berarti kami tidak
bekerja melakukan pemberantasan korupsi dan mencegah kerugian negara.
KPK saat ini sedang memperkuat
pencegahan sesuai amanat UU KPK. pasalnya, pencegahan dipandang lebih
konstruktif, efisien dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,
Jelasnya.
Pemberantasan korupsi harus
dilakukan secara terencana, terpadu, simultan antara pencegahan yang diawaki
oleh Kedeputiaan Pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh Kedeputian
Penindakan.
Jadi jangan diasumsikan jika
pencegahan diperkuat maka penindakan akan melemah. Rekan-rekan yang bertugas di
penindakan ( penyelidikan , penyidikan, penuntutan, eksekusi) saat ini tetap
bekerja walau harus menghadapi resiko COVID-19. Begitu juga halnya dengan
rekan-rekan kami baik penyelidik maupun penyidik, mereka tetap melakukan
kegiatan di beberapa daerah propinsi untuk melakukan kegiatan untuk mencari dan
menemukan peristiwa korupsi, meminta keterangan para saksi dan melakukan
penggeledahan untuk mencari serta mengumpulkan barang bukti.
Saya juga mengajak kawan-kawan media
untuk melihat persoalan pemberantasan korupsi secara utuh. Bukan aksi-aksi
insidentil untuk kebutuhan publikasi.
Bayangkan jika pencegahan tidak
dilakukan, triliunan rupiah anggaran pengentasan kemiskinan, penanganan bencana
dan lainnya akan dicuri koruptor. Berapa juta orang miskin dan anak putus
sekolah yang bisa diselamatkan dengan sistem pencegahan yang kuat. Berapa nyawa
yang akan terselamatkan. Itulah mengapa KPK berkoordinasi intensif dengan
seluruh kementerian dan lembaga negara lainnya.
Saya kira, semua pihak saat ini
fokus kepada penanganan corona virus dan KPK pun memberikan perhatian dengan
melakukan monitoring atas kegiatan tersebut.
"Hal tersebut juga tidak kalah
pentingnya, karena wujud kecintaan sesama anak negeri."
Semoga semuanya bisa cepat
tertangani. Walaupun suasana penuh keprihatinan, tapi kami tetap semangat dalam
upaya pemberantasan korupsi, membangun dan menggelorakan semangat budaya anti
korupsi.
Apalagi di saat sekarang, kita
sedang menghadapi wabah corona. Masa sih, ada oknum yang masih melakukan
korupsi karena tidak memiliki empati kepada NKRI.
"Ingat korupsi pada saat
bencana ancaman hukumannya pidana mati." Tutup
@yfi
