News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kominfo Kelukana Siaran Pers Terkait Berita Hoax

Kominfo Kelukana Siaran Pers Terkait Berita Hoax







The Jambi Times, JAMBI | Kominfo mengeluarkan rilis laporan Isu Hoaks Harian Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Rabu 12 Februari 2020 Keseluruhan dalam bentuk pdf.

Laporan ini terkait kasus virus Corona dan kasus laninya yang sedang viral. Isu hoax ini di ambil dari berbagai  media sosial media lainya.

Laporan hoax dari Kominfo ini resmi  disiarkan berupa siaran pers tertulis yang disampikan kepada seluruh masyarakat dan juga media di tanah air.

 Untuk lebih jelasnya isi siaran pers dan laporan informasi dan berita hoax yang telah disajikan di  media online The Jambi Times.com sebagai berikut


Siaran Pers No.22/HM/KOMINFO/02/2020
Rabu, 12 Februari 2020
Tentang
Hingga 12 Februari 2020, Kominfo Identifikasi 86 Hoaks Virus Corona

#1 Kementerian Komunikasi dan Informatika terus proaktif melakukan pemantauan atas beredarnya hoaks, disinformasi dan kabar bohong terkait Virus Corona atau Novel Coronavirus (Covid-19). Kominfo mencatat, sebanyak 86 hoaks ditemukan hingga hari Rabu tanggal 12 Februari 2020. Peningkatan jumlah hoaks tersebut merupakan hasil dari identifikasi dan validasi yang dilakukan menggunakan mesin AIS

#2 Identifikasi atas beredarnya hoaks Virus Corona ini dilakukan sejak 23 Januari 2020, di mana ditemukan pesan berantai yang disebarkan melalui media sosial dan platform pesan instan. Rata-rata temuan hoaks terkait virus Corona yang diidentifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo terdapat 4 hingga 6 hoaks setiap harinya.

#3 Hasil temuan hoaks, disinformasi dan kabar bohong terkait virus Corona telah tersebar di beberapa daerah di Tanah Air seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Jember, Jombang, Tulungagung Makassar, Medan, Palembang, Tarakan, Pontianak, Lombok hingga Banda Aceh. Beragam jenis hoaks yang disebarkan misalnya, pasien terinfeksi virus Corona di RS maupun tersebar lewat Bandara dan tempat-tempat umum.

#4 Contoh hoaks yang ditemukan pada tanggal 11 Februari 2020 misalnya, beredar di media sosial Facebook yang menyebutkan ada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok ditemukan meninggal dunia karena Virus Corona di pembangunan proyek Apartemen Meikarta, Cikarang Selatan. Hal tersebut dibantah oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan yang mengatakan bahwa, TKA Tiongkok yang meninggal disebabkan karena faktor kecelakaan kerja, bukan karena Virus Corona.

#5 Sebelumnya, Kementerian Kominfo telah melakukan Konferensi Pers pada tanggal 3 Februari 2020 terkait hoaks Virus Corona. Pada Konpers tersebut, Kominfo mencatat sebanyak 54 informasi hoaks, disinformasi dan kabar bohong tersebar melalui media sosial dan platform pesan instan. Kemudian, jumlah tersebut bertambah menjadi 86 hoaks per tanggal 12 Februari 2020.

#6 Kementerian Kominfo kembali mengimbau warganet untuk ikut memantau penyebaran informasi seputar Virus Corona. Jika mendapatkan informasi yang diduga hoaks, disinformasi atau kabar bohong, warganet dapat mengirim ke portal aduankonten.id, pesan WhatsApp di nomor 0811 922 4545 atau email di aduankonten@mail.kominfo.go.id.

1. 7 Penumpang  lion Air di Manado  Positif Terinfeksi Virus Corna \
2.King of The King Bisa bikin Kita Sejahtera
3.Bantuan Air PDAM  Malang Diambil Dari Air Sungai
4,Ketinggian Air di bendungan  Bili-Bili Melewati angka Normal
5.Ada Virus berbahaya di RSUP Dr.Sardjito
6.Pasien di RSUD  Zainoel Abidin Banda Aceh Positif Terkena Virus Corona
7.Pasein Positif Terkena Virus Corona di Singkawang
8.Akun Facebook Bupati Tebo Jambi
9.Tanggul Laut Jrbol di Kamal Muara
10.Foto Anak di kutuk Jadi Domba menjadi kelapa Angin
11.Email Berisi  Surat Pangilan Tes Calon Karyawan PT.Angkasa Pura II
12.Data Bahan Paparan Menko  PMKTerkain Penanganan Banjir
13.Menteri Tito Bisa Memecat  Anies Karena Merevitalisasi monas
14.Perlakuan Tidak baik Fari seorang dokter Terhadap Kivlen Vein

Ferdinandus Setu

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment