Warga, Polisi dan BKSDA Cari Keberadaan Buaya
The Jambi Times - Muara Sabak - Hingga kini buaya pemangsa Indah (5) bocah
pasangan Ambo Lerang dan Diana, warga Desa Kota Raja Kecamatan Sabak
Timur masih belum ditemukan. Warga, polisi dan BKSDA pun turun bersama
untuk melakukan penyisiran keberadaan buaya.
Camat Sabak Timur, M. Idris
mengatakan, awalnya warga ingin langsung melakukan penyisiran
keberadaan buaya, tapi langsung dilarangnya dengan alasan warga belum
memiliki keahlian cara menangkap buaya. “Kami minta warga bekerjasama
dengan tim BKSDA untuk turun langsung. Kalau tanpa didampingi tim sangat
berbahaya,” terangnya.
Kejadian buaya yang merenggut nyawa baru kali pertama terjadi sejak dirinya menjabat sebagai camat, bahkan sebelumnya juga tidak pernah terdengar ada warga yang dimakan buaya. “Belum diketahui buaya bisa menghampiri wilayah kami,” katanya.
Selama ini pihaknya kerap melakukan himbauan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di bibir sungai. Hanya saja himbauan ini belum mencapai pelosok-pelosok Kecamatan Sabak Timur. “Sedangkan kejadian ini berada di wilayah pelosok, kami akan melakukan himbauan ulang hingga kepelosok Desa,” jelasnya.
Terpisah, Kepala BKSDA Wilayah III Tanjabtim-Tanjabar, Farid mengakui pihaknya hari ini (kemarin) bersama warga, polisi, TNI mulai turun untuk melakukan penyisiran.
“Kami belum mengetahui penyebab buaya masuknya buaya kepemukiman warga, ini pun diakui warga baru pertama terjadi,” ujar Farid. Untuk bisa menemukan buaya pemangsa ini dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pasalnya bisa saja buaya pemangsa ini telah bergabung dengan habitat buaya lain.
“Tapi kami tetap berusaha melakukan pencarian buaya yang telah merenggut korban jiwa tersebut,” pungkasnya.(51N)
