Masyarakat Merangin Pertanyakan Tes Satpol PP
The Jambi Times - Bangko - Setelah
ditemukan kejanggalan pihak Inpektorat, tes penerimaan Satua Polisi Pamong
Praja (Satpol-Pp), sampai dibatalkan pada 16 April 2015 berapa waktu lalu.Hal ini membuat Tokoh Masyarakat kabupaten Merangin
Damsir Karim angkat berbicara dan menilai, bahwa seleksi rekrutmen tenaga
kontrak PTT Satpol Merangin ini ada yang tidak beres.
"Sebenarnya ada apa dengan tahapan tes Satpol-PP Merangin ini ?. Setelah ditemukan kejanggalan oleh pihak Inspektorat Merangin pada Bulan Mei 2015 yang lalu, sekarang kita minta seleksi ulang tes Satpol-PP ini harus transparan terhadap masyarakat, kalau bisa jangan ada yang ditutup-tutupi apapun permasalahan yang ada ditubuh Satpol-pp Merangin tersebut," pintanya saat dibincangi koran ini Senin (22/6).
Bahkan Damsir juga menilai bahwa dalam tahapan tes Fisik yang dilaksakan pada 15 Juni 2015 pekan yang lalu, berarti seluruh peserta tes dinyatakan lulus semua. Berjumlah 4,13 orang tersebut, tidak ada satupun yang gugur ataupun gagal.
" Biasanya bagi peserta yang mengikuti tes apapun namanya itu, baik seperti penerimaan Angkatan Kepolisian, setiap mengikuti tahapan tes selalu ada sistim gugur. Jadi kalau tes Satpol-PP tidak memakai sistim itu, maka disini menimbul kecurigaan terhadap pihak panitia tes Satpol-PP tersebut," pungkasnya.
" Intinya, kita minta kepada pihak panitia Satpol-PP Merangin, ikutilah tes secara transpran dan sesuai aturan. Supaya masyarakat tidak berasumsi negatif dan tidak memancing kecurigaan terhadap masyarakat Merangin terhadap tes Satpol-PP ini," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu peserta tes Satpol-PP Merangin yang tak mau disebut nama, saat dikonfirmasi, juga merasa bingung dengan sistim yang diterapkan oleh pihak panitia tes Satpol-PP Merangin tersebut.
" Awalnya, sebelum pengumuman keluar pada Rabu 15 Juni, tepatnya di Kantor Pos Satpol-PP Merangin, saya merasa gugup antara lulus atau tidak dalam mengikuti tes fisik tersebut. Namun setelah dibaca hasil papan pengumuman, seluruh peserta tes harus mengikuti tahapan tes Tertulis dan Pantohir," jelasnya.
" Kita heran saja, karna pada tes sebelumnya setiap mengikuti tahapan tes, selalu keluar hasil pengumuman kelulusan dan memakai sistim gugur, tapi sekarang sudah beda sistimnya," terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Alamsyah, saat dikonfirmasi melalui Via phone kemarin (22/6), terkait adanya seleksi ulang tes Satpol-PP Merangin tidak memakai sistim gugur.
Mengigat pada kejadian tes pada tahun 2014 yang lalu banyak yang tak lulus, bisa mengikuti tes berikutnya.
"Sebenarnya ada apa dengan tahapan tes Satpol-PP Merangin ini ?. Setelah ditemukan kejanggalan oleh pihak Inspektorat Merangin pada Bulan Mei 2015 yang lalu, sekarang kita minta seleksi ulang tes Satpol-PP ini harus transparan terhadap masyarakat, kalau bisa jangan ada yang ditutup-tutupi apapun permasalahan yang ada ditubuh Satpol-pp Merangin tersebut," pintanya saat dibincangi koran ini Senin (22/6).
Bahkan Damsir juga menilai bahwa dalam tahapan tes Fisik yang dilaksakan pada 15 Juni 2015 pekan yang lalu, berarti seluruh peserta tes dinyatakan lulus semua. Berjumlah 4,13 orang tersebut, tidak ada satupun yang gugur ataupun gagal.
" Biasanya bagi peserta yang mengikuti tes apapun namanya itu, baik seperti penerimaan Angkatan Kepolisian, setiap mengikuti tahapan tes selalu ada sistim gugur. Jadi kalau tes Satpol-PP tidak memakai sistim itu, maka disini menimbul kecurigaan terhadap pihak panitia tes Satpol-PP tersebut," pungkasnya.
" Intinya, kita minta kepada pihak panitia Satpol-PP Merangin, ikutilah tes secara transpran dan sesuai aturan. Supaya masyarakat tidak berasumsi negatif dan tidak memancing kecurigaan terhadap masyarakat Merangin terhadap tes Satpol-PP ini," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu peserta tes Satpol-PP Merangin yang tak mau disebut nama, saat dikonfirmasi, juga merasa bingung dengan sistim yang diterapkan oleh pihak panitia tes Satpol-PP Merangin tersebut.
" Awalnya, sebelum pengumuman keluar pada Rabu 15 Juni, tepatnya di Kantor Pos Satpol-PP Merangin, saya merasa gugup antara lulus atau tidak dalam mengikuti tes fisik tersebut. Namun setelah dibaca hasil papan pengumuman, seluruh peserta tes harus mengikuti tahapan tes Tertulis dan Pantohir," jelasnya.
" Kita heran saja, karna pada tes sebelumnya setiap mengikuti tahapan tes, selalu keluar hasil pengumuman kelulusan dan memakai sistim gugur, tapi sekarang sudah beda sistimnya," terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Alamsyah, saat dikonfirmasi melalui Via phone kemarin (22/6), terkait adanya seleksi ulang tes Satpol-PP Merangin tidak memakai sistim gugur.
Mengigat pada kejadian tes pada tahun 2014 yang lalu banyak yang tak lulus, bisa mengikuti tes berikutnya.
"Kita mengantisifasi kejadian tes Satpol-PP pada tahun sebelumnya, karna
banyak peserta tes yang tidak lulus dan diselipkan lagi," paparnya.(lik)
