Ini Alasan Walikota Bungkus Pohon Pelindung
The
Jambi Times - Kota Jambi – Bagi banyak orang, pemandangan pohon-pohon
pelindung terbungkus kain tiga warna mungkin menarik perhatian. Namun
tak sedikit pula yang merasa aneh dan masih belum mengetahui alasan
kenapa pohon-pohon di sejumlah ruas jalan dalam Kota Jambi dibungkus
kain.
"Karena cat mengandung kimia dan merusak pohon itu sendiri. Kita ganti dengan kain pembungkus," ungkap Walikota Jambi Syarif Fasha.
Lebih lanjut disampaikan Fasha, warna tersebut juga tak lain merupakan warna lambang Kota Jambi, yang memiliki filosofi tersendiri.
“Tiga warna itu terkandung dalam lambang Kota Jambi. Jadi ada maknanya sendiri,” kata Fasha sembari memperlihatkan lambang Kota Jambi.
Mengenai pengunaan motif batik atau khas Jambi seperti halnya yang dilakukan di Bali, rupanya Pemerintah Kota Jambi punya perhitungan sendiri.
“Kain batik Jambi relatif mahal. Pemerintah Kota Jambi tidak ada dana untuk itu. Lagi pula jika dipasang batik Jambi, bisa-bisa besoknya hilang dicuri orang, karena harganya mahal,” ujar dia lagi.
Dikatakan lagi, ada beberapa alasan mengapa Pemerintah Kota Jambi membungkus pohon-pohon pelindung tersebut. Salah satunya untuk pencegahan pohon tidak ditebang maupun ditumbangkan oleh pihak-pihak lain melalui pendataan yang dilakukan Pemkot.
“Kami bungkus pohon-pohon itu untuk didata. Jadi kita punya data dan tanda. Itu pohon yang tidak boleh ditebang. Itu punya pemerintah,” lanjutnya.
“Banyak oknum yang menebang pohon semaunya. Dengan danya tanda dan data, maka hal-hal seperti itu dapat dicegah. Yang penting juga adalah kepedulian warga. Kalau ada pohon ditebang oleh orang, lapor ke Lurah. Pak lurah jangan cuek juga." Pungkasnya. (EDR)
