Defisit Sebagai Satu Tantangan Pelayanan Publik Harus Jalan
![]() |
| (Foto:Ilustrasi) |
The Jambi Times - Muara Sabak -Sebagai salah
satu daerah penghasil Migas, Kabupaten Tanjung Jabung Timur saat ini sedang
dalam masa sulit, defisit ratusan miliar rupiah terjadi mengingat Dana Bagi
Hasil (DBH) Migas menurun sejak awal 2015 kemarin. Untuk diketahui Tanjabtim
mengalami defisit APBD mencapai Rp 300
miliar lebih, sebagian mampu ditutupi hingga akhirnya kini kekurangan anggaran
mencapai Rp 120 miliar.
Bupati Tanjabtim,
Zumi Zola Zulkifli menyebut bahwa ini tantangan yang harus dihadapi. “Intinya
sekarang bagaimana pengguna anggaran bijaksana dalam menjalankan program,”
ujarnya .
ketika dikonfirmasi di rumah dinas Bupati beberapa waktu lalu seluruh SKPD
kata Zola mengalami defisit sampai 35 persen, sekarang harus jeli mana yang
harus dijalankan dan mana yang terpaksa ditinggalkan terlebih dahulu. “Kebijakan
saya jangan defisit di pelayanan masyarakat, seperti rumah sakit jangan,
obat-obatan, anggaran puskesmas,” pintanya.
Di luar itu mau
tidak mau sejumlah kegiatan harus dicoret, dan kondisi ini diakui Zola memang
sangat memberatkan, karena pembangunan jalan dan jembatan harus dievalusasi. “Ini
sebenarnya memang cukup memberatkan bagi kita,” jelasnya.
Terkait peluang
untuk meminjam dana ke Kemenkeu agar defisit tertutupi, Bupati menyebut tetap
melakukan kajian atas kemungkinan-kemungkinan yang ada, termasuk pinjaman ke
pemerintah pusat dan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Saya sudah bicarakan ke DKAP,
bagaimana dana DAK ini bisa tidak (digunakan), kalau bisa diperjuangkan ya akan
segera kita perjuangkan,” pungkas Zola.(51N)
