News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Dinkes Dan Diknas Jadi Temuan Terbanyak

Dinkes Dan Diknas Jadi Temuan Terbanyak

The Jambi Times - Bangko  - Gagalnya Kabupaten Merangin mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) baru baru ini, tidak terlepas dari banyaknya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jambi, disejumlah dinas.

Diantaranya, di Dinas Pendidikan (Diknas) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Merangin menjadi temuan terbanyak. Di kedua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini BPK Jambi mendapati banyak kejanggalan.

Hal tersebut diungkapkan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Merangin, Amir Ahmad.

"Ya kita Kabupaten Merangin hanya dapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP), karena masih banyak temuan di Kabupaten Merangin yang di temukan BPK Jambi," ungkap Amir.

"Selain masalah aset tanah, BPK menemukan kejanggalan di dinas dinas, terutama dinas pendidikan dan dinas kesehatan yang temuan terbesar, meski di dinas lain juga ada tapi sedikit," ujar Amir.

Di Dinkes jelas Amir, yang menjadi temuan BPK diantaranya seperti nilai pembelian alat alat kesehatan, kemudian juga distribusinya ke tiap Puskesmas dan Pustu yang tidak terdata dengan baik.

Kemudian di Diknas, seperti disekolah sekolah terkait pengadaan alat alat sekolah, seperti buku paket dan sarana pra sarana lain yang juga pendataannya masih menjadi masalah.

"Kedepan kita harus presur kedua SKPD ini, untuk segera menyelesaikan banyak temuan temuan BPK di dinasnya," tegas Amir.

Disinggung masalah aset tanah yang juga menjadi batu sandungan Merangin meraih WTP kali ini, Amir mengungkapkan  nilai aset tanah yang menjadi temuan BPK yakni sebanyak Rp 12 Miliar.

"Ya ada 12 Miliar, diantaranya karena tidak ditemukan, keberadaan tidak diketahui, tanah yang belum ada nilainya dan penataannya lemah di SKPD," terangnya.

Selebihnya tambah Amir, temuan aset lainnya termasuk di SKPD tadi yakni Rp 58 Miliar. Artinya temuan BPK Jambi di Merangin tahun 2014 sebesar Rp 70 Miliar, lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 130 Miliar.

"Ya yang jelas kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada kemajuan. Kalau dulu temuan Rp 130 Miliar, sekarang turun jadi Rp 70 Miliar. Tapi kita siap bekerja lagi untuk menyelesaikan temuan ini," pungkas Amir. (lik)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.