Wabup Minta Semangka Terus di Budayakan
The Jambi Times - Bangko - Wakil Bupati (Wabup) Merangin Khafid Moein didampingi Dandim
0420/SarkoLetkol Inf Budiawan Basuki, kemarin (31/5) melakukan panen
raya Semangka di Kecamatan Pamenang.
Tanpak hadir acara yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, Kadis Pertanian Merangin Rumusdar dan Kepala DPKAD Merangin Amir Ahmad bersama rombongan.
Dikatakan Wabup, tanaman semangka sangat prospek dikembangkan di Kabupaten Merangin. Hanya memanfaatkan sela-sela tanaman sawit muda, tanaman sela itu mampu memberi keuntungan puluhan juta rupiah.
‘’Satu hektar lahan dengan modal Rp 25 juta, hanya menunggu waktu sekitar 2,10 bulan bisa menghasilkan panen sampai Rp 75 juta. Ini artinya keuntungan yang didapat bica mencapai 200 persen,’’ujar Wabup.
Untuk satu buah semangka lanjut Wabup, beratnya antara lima sampai delapan kilogram. Dengan kondisi itu tak heran bila bisnis pertanian yang satu ini cukup menggiurkan.
Wabup mengajak seluruh masyarakat, agar dapat memanfaatkan lahan-lahan tidur di Merangin dengan memanam semangka. Namun demikian diakui Wabup, perlu keseriusan dan kerja keras dalam bercocok semangka, sehingga hasilnya baik.
Setiap pagi terang Wabup, antara pukul 06.00 Wib sampai pukul 09.00 Wib petani semangka harus melakukan kawin silang dengan menghubungkan antara bunga jantan dan bunga perempuan.
Ditambahkan Amir Ahmad, dikebun semangka ini yang menjadi bunga jantannya diambil dari bunga semangka madu, sehingga buah semangka yang dihasilkan akan manis. Disamping itu, kulit semangka juga tipis dan tidak berbiji.
‘’Petani harus telaten, setiap pagi mengawinkan bunga semangka satu persatu supaya hasil panennya bagus. Jika sudah lewat dari pukul 09.00 Wib, bunga semangka perempuan sudah tertutup dan tidak bisa lagi dikawainkan,’’terang Amir Ahmad.
Dandim 0420/SarkoLetkol Inf Budiawan Basuki mengatakan, siapapun yang ingin belajar menanam semangka, bisa belajar dengan Ustad Badaruddin pemilik kebun semangka itu.
‘’Semangka ini tidak bisa ditanam di semua musim. Perlu dicari musim yang pas untuk menanam semangka. Manfaatkanlah lahan-lahan tidur, jika ada kendala dalam penanamannya Kodim siap membantu untuk penyuluhannya,’’ujar Dandim.
Bagaimana dengan pemasarannya? Ustad Badaruddin menjelaskan, untuk memasarkan semangka tidak terlalu sulit. Pembeli datang sendiri ke kebun dan siap menampung berapapun jumlah semangkanya.
‘’Dua hari lalu kami panen 17 ton permintaan dari Sarolangun. Untuk satu hektar ini bisa menghasilkan sampai 20 ton sampai 25 ton. Harga perkilogramnya di kebun itu hanya Rp 3 ribu,’’jelas Ustad Badaruddin. (Lik)
