Terpopuler

Back to Top

Video

Belgian Blue Gatotkaca Telah Hadir di Indonesia

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

BOGOR |  Mimpi peternak untuk memiliki Sapi Belgian Blue (BB) yang memiliki otot bak binaraga,  akan segera terwujud.

Pada tanggal 15 November 2018 Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, telah berhasil memproduksi semen/sperma Gatotkaca. Gatotkaca merupakan, sapi Belgian Blue (BB) murni pertama di tanah air.

Lahir pada tanggal 30 Januari 2017 di Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor  dengan bobot lahir 62,5 kg melalui operasi sesar. Dibandingkan sapi jenis lainnya (Simmental, Limousine) Sapi BB memiliki karkas lebih tinggi sekitar 70-80 %.

“Mengingat umur Gatotkaca sudah mencapai 20 bulan maka akan segera dicoba untuk memproduksi semen/sperma, untuk itu Gatotkaca akan dibawa ke BBIB  Singosari,” ujar drh Oloan Parlindungan, MP selaku ketua pelaksana pengembangan sapi BB di Indonesia saat mengikuti acara pameran peternakan dan kontes ternak di Sidoarjo Jawa Timur pada tanggal 28 Oktober 2018.

“Semen inilah yang nantinya  yang akan disebar  ke masyarakat. Dengan cara kawin suntik, masyarakat bisa memiliki sapi BB persilangan yang bisa lahir normal,” lanjut Oloan.

“Produksi perdana semen Gatotkaca memiliki tingkat mortilitas (daya hidup) 70%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas semen Gatotkaca bagus. Sampai saat ini telah tersedia sebanyak 200 straw semen beku BB,“ ujar drh. Enniek Herwiyati, M.P. selaku Kepala Balai  di BBIB Singosari.

“Proses Produksi semen Gatotkaca sama dengan proses produksi untuk sapi-sapi yang lain yaitu mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) produksi semen," lanjut Enniek.

Pengembangan sapi BB di Indonesia merupakan satu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi daging sapi dengan cara meningkatkan produktifitas daging sapi per ekor.

Dimana untuk karkas sapi lainnya hanya sekitar 45-60% sedangkan sapi BB mencapai 70-80%.  Hingga saat ini telah lahir sapi BB yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) sebanyak 66 ekor hasil Transfer embrio dan 46 ekor hasil Inseminasi Buatan total kelahiran sampai dengan 28 November 2018 sebanyak 110 ekor.

Keberhasilan Ditjen PKH mengembangkan sapi BB ini mendapat apresiasi langsung dari Dubes Belgia untuk Indonesia karena secara tidak langsung pemerintahnya berkontribusi mendukung ketahanan pangan di Indonesia. (Menik/Red)