Terpopuler

Back to Top

Video

Bantuan Keramba Puluhan Milyar dipertanyakan

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

ROTE NDAO | Bantuan keramba jaring apung untuk pengembangan budidaya ikan kerapu di Kecamatan Pantai Baru dari Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkesan mubazir .

Belasan tahun di tangan pengusaha di Kecamatan Pantai Baru.

Sebab, penerima bantuan pengadaan keramba apung tahun anggaran 2015 senilai Rp7,5 miliar, tidak menyentuh sama sekali kepada yang berhak penerima atau kelompok tani.

Puluhan nama yang tertulis di dalam proposal yang sudah diajukan kepada Kementerian Desa PDTT melalui Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, benar-benar tidak mendapat kucuran dana  sebesar 7,5 miliar tersebut. 

Sangat anehnya, ketika anggaran tersebut di cairkan, data yang sudah tertera pada proposal itu menjadi berubah total.

Sejumlah anak sekolah yang masih status bersekolah namanyapun tercantum dalam proposal tersebut.

“Kami menduga bantuan yang digelontorkan dari Kementerian Desa PDTT yang menghabiskan anggaran Rp 7,5 miliar itu berupa keramba jaring apung dan dana pemiliharaan itu tersendat di tangan oknum pengusaha sukses yang terhandal di Kecamatan Pantai Baru,” ujar salah seorang nelayan yang meminta namanya tidak disebutkan, Jumat (27/10).

Dia menjelaskan, bantuan keramba jaring apung itu untuk kelompok yang benar-benar nelayan, agar tujuannya untuk merangsang dan mempercepat pengentasan daerah tertinggal seperti di kecamatan pantai baru ini.

Dijelaskan, ketika perlengkapan keramba jaring apung diturunkan tahun 2015 lalu, anggota kelompok yang hadir hanya beberapa orang saja di antaranya keluarga dari sang pengusaha terkaya ini. Sehingga ada anggota kelompok sempat mempertanyakan.

Dirinya meminta agar pejabat terkait dalam hal ini Kementerian Desa PDTT melakukan pengawasan langsung terkait dengan bantuan keramba jaring apung dengan total nilai bantuan Rp7,5 Miliar tahun anggaran 2015.

Sementara, Kadis Perikanan dan Kelautan Rote Ndao, Yermias Kota ketika di konfirmasi memberikan penjelasan. 

Ia mengaku lagi sakit dan meminta agar menanyakan kepada sekretarisnya dan PPK nya. “Saya lagi sakit, lebih mendetail tanyakan di sekretaris saja,” ungkapnya.

Pantauan Media ini, terlihat keramba di Dusun Deoen Desa Persiapan Ofalangga dan  sebagian keramba lagi sudah berada di darat di Dusun Batubelak Desa Tesabela Kecamatan Pantai Baru dalam kondisi rusak.

Tali jangkar terkubur pasir di tepi pantai. Jaring-jaringnya sudah robek dan putus serta dipenuhi tiram karena tidak dirawat.

( Dance henukh )