Terpopuler

Back to Top

Video

Dodi Irawan Mundur Jadi Kadis PU,Ini Faktornya?

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times


THE JAMBI TIMES - JAMBI  – Mundurnya Dodi Irawan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat(PU-Pera) Provinsi Jambi menjadi tanda tanya besar.Dodi Irawan duduk menjadi Kepala dinas Provinsi Jambi berdasarkan hasil seleksi pemenang lelang jabatan di BKD Provinsi Jambi.

Tepatnya pada Senin 15 Agustus 2016 lalu,Dodi Irawan resmi di lantik Gubernur Zumi Zola sebagai Kepada dinas PU Pera Provinsi Jambi,dan di bulan Agustus 2017 pula Dodi Irawan mengundurkan diri sebagai kadis PU Pera Provinsi Jambi.Dalam masa jabatan Dodi Irawan bertahan hanya  selama satu tahun,terhitung mulai Agustus 2016 - Agustus 2017.

Ada beberapa indikasi faktor mundurnya Dodi Irawan sebagai Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat(PU-Pera) Provinsi Jambi.

Pertama desakan masyarakat kepada Gubernur Jambi Zumi Zola tentang infrastruktur yang tidak kunjung tercapai.

Kedua pertemuan Gubernur Zumi Zola dan anggota DPR RI  dari Komisi V,Saniatul Lativa,Minggu(6 Agustus 2017),istri buapti Tebo Soekandar,yang mana dalam pertemuan terebut Komisi V yang membidangi soal infrastruktur,dan turut hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Dodi Irawan Kepala dinas PU Pera Provinsi Jambi.

Dalam pertemuan tersebut Zumi Zola dalam sambutanya dan  beberapa kali  mengatakan bahwa untuk mendapatkan bantuan anggaran di pusat kita harus kerja cepat dan terus di lobi jika tidak maka Jambi tidak akan dapat karena banyak daerah  bersaing untuk mendapatkan proyek,dan gubernur dengan nada tegas mengatakan hal ini kepada kepada dinas PU agar jemput bola.

Dalam pertemuan dengan anggoat DPR Komisi V dari fraksi Golongan karya(Golkar) ini banyak yang di bahas seperti perluasan Bandara Depati Parbo Kerinci, Bendungan Batang Asai,serta usulan pembangunan Jembatan Baranghari III,termasuk jembatan gantung.

Dari keterangan Saniatul Lativa ada program jembatan gantung yang mana secara nasional baru 10 daerah yang  mengajukan proposal permintaan jembatan gantung namun Jambi belum mengusulkan.

Selanjutnya dalam pertemuan yang sama,Gubernur Zumi Zola juga mengkritisi soal kontraktor yang harus serius bekerja dan jangan asal asalan tentunya di arahkan kepada dinas pekerjaan umum.

Dari perkataan gubernur ini di mungkinkan bahwa Dodi Irawan mengeluh berat  kepada gubernur soal banyaknya masalah yang di hadapi,tentunya soal bagi-bagi proyek,pekerjaan rekanan yang asal – asalan atau ada intervensi yang membuat kadis terus di hantui dalam melakukan perkejaannya.

Mundurnya Dodi Irawan secara mendadak menjadi teka teki yang harus di jawab,saat di hubungi The Jambi Times melalui ponsel pribadi Dodi Irawan tidak menjawab,terkadang ponselnya mati.

Indikasi ini mungkin Dodi Irawan merasa berat mengemban tugas yang sangat berat sedangkan janji gubernur kepada masyarakat belum terealisasikan dengan maksimal dan banyaknya pekerjaan rumah yang harus di tuntaskan.

Pada Jumat  21 Juli 2017 Gubernur Zumi Zola mengelar pertemuan tertutup dengan pebatan dinas Pekerjaan Umum Perumahan rakyat(PU- Pera).

Rapat ini membahas soal  progres pembangunan pelabuhan ujung jabung ,pembangunan ruas jalan  dan pembebesan lahan di bandara Sultan Thata Syarifudin Jambi.

Langkah Gubernur Zumi Zola melakukan terobosan untuk menemui menteri PU Pera,Basoeki Hadimuljono terus di lakukan,mantan kepala dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi era gubernur Hasan Basri Agus yaitu,PB Panjaitan turut hadir dan mendapingi pertemuan antara gubernur dan menteri PU .Mantan kepala dinas  PU Provinsi ,PB Panjiatan telah pindah tugas di kementerian PU Pera di Pusat.

Mundurnya Dodi Irwan ini di benarkan oleh Sekda,Erwan Malik dan juga Gubernur Zumi Zola.Namun alasan gubernur kepada media bahwa mundurnya Dodi karena beban tugas dinas sangat besar, sehingga yang bersangkutan sulit menghadapi tuntutan masyarakat dan aspirasi pembangunan.

Namun Sekda,Erwan Malik  belum bisa menjawab dari pertanyaan wartawan siapa sebagai penganti sementara kepala dinas PU Pera Provinsi Jambi ini.

Selanjutnya ,selama empat kali Dodi Irawan juga mangkir pangilan anggota dewan provinsi Jambi untuk membahas KUA PPAS dan APBD Perubahan 2017,hal ini di sampaikan oleh Ketua Komisi III Zainal Abidin,begitu juga dalam momen HUT RI  ke 72 ,Dodi Irawan juga tidak terlihat.

Pada tanggal 7 Agustus 2017 saat pelantikan pejabat eselon II di ruang pola kantor gubernur,terlihat kepala dinas PU Pera provinsi Jambi Dodi Irawan hadir,pada pelantikan tersebut banyak pejabat di dinas PU Provinsi Jambi kembali di rombak,pada pelantikan sebelumnya banyak di seger ,pada pelantikan 7 Agustus lalu pejabat PU di tempatkan pada jabatan semula.

Belum lagi soal tugu juang yang bakal di bangun plaza dengan besar anggaran 5,1 milyar dan Fly over  di jalan simpang Mayang menuju ex STM (SMKK) dan sekitarnya dengan nilai proyek 15 milyar pada tahun 2018.(tl)