PMI Turun Peduli Soal Bentrok Tebo
The Jambi Times - Tebo - Konflik
berdarah antara SAD dan Warga masyarakat terulang kembali bentrok di Kabupaten
Tebo.
Kejadian bentrok ini bermula akibat perselisihan sengketa lahan yang
di klaim(mengaku-ngaku) oleh salah satu pihak,hal ini hingga berujung bentrok yang merembet
hingga terjadinya saling bacok. Beberapa waktu lalu sekitar pukul 08.00 WIB, terjadi
bentrok antara warga Kelurahan Pulau Temiang dengan Suku Anak Dalam
(SAD) yang berdomisili di Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten
Tebo.
Dafri warga Kelurahan Pulau Temiang mengalami luka bacok sehingga
harus dilarikan ke Rumah Sakit Hanafie di Muara Bungo. Konflik
horizontal ini menjadi perhatian banyak pihak tidak terkecuali PMI dan
Lembaga Adat Melayu Jambi.
"Kami telah
berkoordinasi dengan Lembaga Adat Kecamatan Tebo Ulu melalui Muslim
Rozali dan Muhammad Jumiran Lembaga Adat Kabupaten Tebo untuk
berdiskusi mengenai hal ini" ungkap Slamet Setya Budi Kepala Markas PMI
Kabupaten Tebo.
Pendekatan secara adat
menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan oleh PMI Kabupaten Tebo
dan Lembaga Adat Kabupaten Tebo guna menengahi hal ini.
"Pendekatan secara
adat tidaklah mudah kami harus mengetahui apakah penyebabnya, adakah
pihak ketiga dan dimana tempat terjadinya perkara karena hukum adat
disesuaikan dengan tempatnya dan kami menghormati proses hukum sesuai
UU" tambah Slamet Setya Budi
Koordinasi antar
lembaga terus ditingkatkan. Disamping itu, Prosesi hukum yang sedang
berjalan dengan memanggil 97 Warga SAD dan Pulau Temiang di Polda Jambi
diharapkan mampu meredakan konflik tersebut. Peranan adat yang tengah
digagas baik dari Lembaga Adat di Tingkat Desa maupun Kelurahan hingga
Ke Kabupaten perlu kita dukung.(budi)
