News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

GMS Sebut Kepemimpinan Ce Endra- Farul Gagal

GMS Sebut Kepemimpinan Ce Endra- Farul Gagal

The Jambi Times - Sarolangun - Gerakan mahasiswa Sarolangun (GMS) melakukan aksi unjuk rasa marathon mengelilingi pasar atas Sarolangun, sebanyank 36 mahasiswa menyuarakan di tengah masyarakat atas kegagalan terhadap kepemimpinan bupati Sarolangun.
Menurut GMS kepemimpinan Ce Endra dan Farul gagal dalam mewujudkan sarolangun yang lebih maju dan sejahtera sesuai dengan visi-misi yang ingin di lakukannya sejak terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun tahun 2011 silam.
Dalam orasinya, Koordinator aksi wahit dan azam mengatakan selama kepemimpinan CE-Fahrul yang sudah empat tahun belum mampu memberikan perubahan berarti dalam pembangunan sarolangun, dan hanya tinggal satu tahun lagi, menurutnya sarolangun lebih sejahtera dan lebih maju tidak akan terwujud.

“ Visi sarolangun lebih maju dan sejahtera hanya mimpi belaka, gimana mau lebih sejahtera, sejahtera saja belum, lihat saja pelayanan infrastruktur pelayanan umum masih buruk, rendahnya kualitas SDM, dan rapuhnya kualitas tata kelola pemerintahan, narkoba menjadi surga di sarolangun”.Tegasnya.
Hal senada juga di sampaikan Muhammad Yusar, yang menyebutkan dalam kepemimpinan CE-Fahrul yang ingin mewujudkan swasembada beras tidak akan pernah terjadi, bahkan angka kemiskinan di sarolangun terus meningkat.
“ Swasembada beras, hanya mimpi, lihatlah di pasar, beras yang di jual di pasar itu bukan beras keluaran sarolangun, melainkan dari luar, belum lagi angka kemiskinan di sarolangun makin meningkat, masyarakat menderita, berapa banyak anggaran yang di kucurkan di desa, tapi apa, masyarakat tetap miskin”.Lantangnya.
Sementara itu Ketua Gerakan Mahasiswa Sarolangun, Wahid Harahap menyarankan agar pemerintah daerah  mempertajam program kerakyatan dan mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.
“ Kami sarankan agar Cek Endra-Fahrul meningkatkan SDM Daerah melalui pelatihan dna beasiswa yang dilakukan secara transparan, meningkatkan disiplin, mempertajam program keagamaan, dan melakukan pembangunan skal prioritas dengan sejalan dengan visi dan terintegrasi, dan yang terpenting jangan memperbanyak proyek”.Pungkasnya.
Dari pantauan di lapangan, puluhan pendemo ini selain berorasi, juga melakukan aksi teaterikal tentang kondisi pembangunan Sarolangun dengan menggunakan sebo yang bertuliskan “CE-Fahrul Gagal”, tubuh di lumuri cat, karung beras berisi ilalang, buku, skop, dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian sarolangun, unjuk rasa berakhir sekitar pukul 10.30 wib.(Alamsyah)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.