Produk Sarolangun Terkendala Paking
The Jambi Times - Sarolangun - Kabupaten Sarolangun, memang gencar untuk meningkatkan serta memasarkan
produk asli daerahnya. Seperti, hasil Pertanian, Perkebunan dan Home Industri.
Namun, hasil produknya sampai saat ini, memang belum maksimal dibeberapa Dinas,
dikarenakan banyak faktor yang belum menunjang sepenuhnya.
Seperti
halnya hasil Pertanian, berupa beras. Banyak para Petani sudah memasarkan
berasnya kepada Pedagang, lalu para Pedagang menjualnya di pasar atas
Sarolangun, untuk dikonsumsi para pembeli.
Namun, kemasan berasnya belum memunculkan merk
Produk Sarolangun. Hal ini diurungkan para Pedagang, karena biaya untuk paking
Beras masih terlalu tinggi. Karena, di Provinsi Jambi pun belum memiliki jasa
Paking yang rendah biaya produksi.
Selain
Produk Beras, seperti produk home industri, keripik tempe contohnya, yang
berada di Kecamatan Singkut. Para pelaku home industri belum menerakan merek
Produk yang di Produksi dari Kabupaten Sarolangun. Dan kemasannya pun, belum
terlalu menarik di Pasaran. Karena, para pelaku masih mengemasnya secara
manual.
Kepala
Dinas Pertanian Sarolangun, Sakwan kepada sejumlah wartawan mengatakn, bahwa hal semacam ini perlu
dipikirkan oleh segenap instansi terkait. Karena, kemasan merupakan hal utama
untuk memasarkan produk yang akan dijual kepada Konsumen. Jika kemasannya
menarik, dan asli dari produksi daerah, serta murah harga jualnya, maka para
pelaku usaha baik bidang pertanian maupun home industri, akan terus gencar
untuk mengembangkan usahanya.
"Informasi
yang saya peroleh dari kelompok tani yang sudah menjual hasil pertaniannya di
pasaran, bahwa agen memang belum memasang merek beras asli dari Sarolangun,
mereka masih menjualnya dengan karung tanpa merek. Perkilo berasnya berkisaran
Rp 7.000 sampai Rp 8.000,"terang Sakwan.
Dilanjutkannya,
bahwa Pemkab Sarolangun sudah mewacanakan untuk menggandeng pihak Investor agar
membuka bisnis Paking di Kabupaten Sarolangun. "Jika sudah ada pabrik
pakingnya, tentulah banyak produk yang bisa dipasarkan,"jelas Sakwan.
Sakwan
pun berharap, jika para petani sudah bisa menjual hasil pertaniannya dengan
lancar, tentunya menjadi stimulus para petani untuk menuju swasembada pangan,
khususnya beras.
‘’Besar
harapan kita jika para petani kita bisa menjualhasilpertanianya,dan bisa kita
pasarkan sehingga swasembada pangan bisa
terwujud’’tandasnya.(dar)
