Pembangunan Jembatan Batang Rebah Mulai Di Soal Warga
The Jambi Times - Sarolangun - Pembangunan jembatan Batang Rebah yang berada di Tran sosial Desa Suka Damai,kecamatan singkut Mulai di soal warga,pasalnya pembangunan jembatan tersebut di rasakan warga tidak sesuai dengan kebutuhan,sebab di desa Suka Damai masih ada warga yang menyebrangi sungai untuk keluar desanya.
Namun anehnya pembangunan jembatan tersebut yang menalan anggaran senilai Rp 1,9 M tersebut,dan di kerjakan oleh CV Putra Herlamsyah,di bangun tidak sesuai dengan pengajuan warga saat Musyawaran pembangunan (musrembang),dan pembangunan jembatan tersebut terkesan t mendadak.
Solmi warga dusun dua desa Suka Damai mengatakan bahwa,pemerintah semestinya membangun jembatan yang dekat dengan pemukiman penduduk,dan menjadi uart nadi masyarakat,tetapi apa yangdi harapkan warga Suka Damai tidak di gubris,dan pembangunan jembatan pipa besi tersebut di bangun tidak tepat sasaran.
‘’Kami kecewa sebab dulu survei dilakukan di desa kami di dusun dua,sebab di sini banyak warga yang setiap hari harus menyebrang sungai dan mereka harus membayar rakit,tapi pembangunan jembatan malah di lakukan di sungai yang tidak ada warganya ini aneh sekali’’jelas Solmi.
Bahkan bukan sekali saja warga bersama dengan pemerintah DesaSuka damai mengajukan pembangunan jembatan,di dusun satu tetapi pembangunan jembatan tidak juga terwujud.
‘’Kami bersama dengan pemerintah desa sudah minta,mulai dari Musrenbang dan sudah di survai,tetapi lagi lagi kami harus kecewa,apakah sungai yang di bangun di sana karena ada kebun milik oknum anggota dewan,dan kami ini di abaikan’’keluhnya.
Nada kecewa juga di sampaikan oleh Pematang (37) warga suku anak dalam (SAD) yang mendiami Dusun Paku,mengatakan bahwa dirinya bersama dengan kelompoknya sangat kecewa,dengan pembangunan jembatan yang dibangun di transos,sebab jalan yang beradadi dusun dua ,menjadi salah satu akses bagi warga SADuntukkelura dari desanya.
‘’Kami sangat kecewa dengan pemerintah yang tidak memperhatikan kami,sebab jalan kami yang melintasi sungai tidak di buatkan jembatan,dan setiap kali kami mau keluar harus membayar rakit,apakah kami ini tidak juga di akui sebagai warga sarolangun’’tanyanya.
Selama ini warga sudah sangat sabar dengan janji pemerintah yang akan emmbangun jembatan bagi warga DesaSuka Damai,namun dengan kondisi yang terjadi,dirinya bersama dengan kelompoknya berniat mendatangi Bupati sarolangun.
‘’Jika tidak juga di bangun jembatan di Desa kami,tentu saya bersama dengan kelompok saya mau turun mempertanyakan kepada Bupati sarolangun,kenapa jembatan kami tidak di bangun,malah di lokasi lain yang tidak ada warganya,dan hanya kebun sawit milik anggota Dewan dan milik Perusahaan yang malah di bangun,ini ada apa’’kata Pematang.
HS salah satu pekerja membenarkna bahwa tiang jembatan pipa hanyut di terjang banjir,dan beberapa pipanya terlihat bengkok.
‘’Saat banjir dan pengerjaan baru 50 persen,banyak pipanya yang hanyut di hantam banjir,dan saat ini masih kami terus genjot pembangunanya’’katanya.
Sementara itu Wakil Bupati sarolangun yang juga Turun melakukan pengecekan,terlihat gusar,sebab jembatan pipa besi yang berada di desa Suka Damai tepanya di dusun satu,hanya untuk melintas ke kebun sawit.
‘’Saya baru tau jika jembatan ini di bangun di sini,dan warga bilang hanya beberapa rumah saja yang beradadi sebrang dan selebihnya kebun sawit,dan jika seperti ini kita akan kaji ulang’’tegasnya.
Sementara saat di tanyakan optimis atau tidak,dengan pengerjaan jembatanPipa Besi,wabub mengatakan bahwa,pihaknya akan membayar sesuai dengan volume pekerjaan yang ada.
‘’Kita akan bayar sesuai dengan volume kerja saja,sebab pembayaran terakir itu tanggal 18 desember,dan jika tidak selesai maka kontraktor akan kita black list’’tandasnya.(dar)