News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Fantastis, Hubungan Seks di Planet Mars: Misi 24 Astronot ke Depan

Fantastis, Hubungan Seks di Planet Mars: Misi 24 Astronot ke Depan


The Jambi Times -  Hubungan seks pria dan wanita di Planet Mars bakal fantastis.  Hubungan seks ini bakal mreproduksi sosial manusia jenis baru? Mars bakal jadi harapan manusia ke depan untuk migrasi antarplanet. Kini ada  dua puluh empat orang astronot terpilih bakal menghabiskan hidupnya di Mars lewat misi Mars One. Demi membentuk koloni, mereka juga akan berkembang biak, artinya bakal terjadi hubungan seks di Planet Mars.

Analisis terhadap daratan planet Mars oleh robot penjelajah atau bajak ruang angkasa NASA, Mars Curiosity, telah menyingkap kadar air yang mengejutkan di planet ini, termasuk kandungan kimia yang akan membuat pencarian kehidupan semakin rumit, kata para ilmuwan seperti dikutip Reuters.
Setelah nantinya menghabiskan lebih dari delapan tahun dalam pelatihan, ada sesuatu yang pasti dan harus dilakukan oleh 24 astronot tersebut namun sepertinya tidak akan diajarkan selama pelatihan, yakni hubungan seks di sebuah planet yang menjadi tempat tinggal mereka yang baru.

Kisah tersebut mungkin terdengar seperti awal cerita romansa di luar angkasa yang indah. Namun, ada kemungkinan terburuk. Berhubungan seks di Mars belum banyak diteliti dan berpotensi mengancam kehidupan.

Sesendok pasir gembur yang dikumpulkan bajak ruang angkasa itu segera setelah wahana ruang angkasa ini menyentuh permukaan Mars Agustus 2012, menunjukkan bahwa tanah Mars mengandung kira-kira 2 persen berat air.

"Itu mengejutkan kami," kata ilmuwan Curiosity Laurie Leshin dari Institut Politeknik Rensselaer.
"Jika Anda mengambil satu kaki kubik tanah itu maka Anda pada dasarnya mendapatkan dua liter air darinya," kata dia. "Tanah di permukaan Mars sungguh bagai karang yang menghisap materi keluar dari atmosfer."

Pekan lalu para ilmuwan mengumumkan, sejauh ini atmosfer planet tersebut tidak menunjukkan adanya metana, yaitu gas di Bumi yang berkaitan erat dengan kehidupan. Debu metana terdeteksi selama hampir sedakade terakhir oleh pengorbit-pengorbit Mars dan teleskop-teleskop di Bumi.

Metana yang semestinya terakhir ada sekitar 200 tahun berdasarkan fotokimia Mars, juga dapat diproduksi lewat peristiwa-peristiwa geologis.

Air ditemukan dengan memanaskan bagian tanah sampai 1.535 derajat Fahrenheit (835 derajat Celsius) dalam laboratorium kimia Curiosity dan menganalisis gas lepasannya.

Para ilmuwan menemukan bahwa selain air, sulfurdioksida, karbondioksida dan materi-materi lain, pasir Mars juga mengandung bahan kimia reaktif yang dikenal dengan perklorat.

Wahana pendarat Phonex milik NASA yang kini dipensiunkan pernah menemukan perklorat di kawasan kutub utara Mars, namun para ilmuwan tak mengetahui itu sampai analisis Curiosity menunjukkan bahwa ternyata unsur kimia menyebar di mana-mana.
"Unsur-unsur itu seperti terakumulasi di permukaan (Mars), hampir seperti salju," kata ketua para ilmuwan Curiosity John Grotzinger dari Institut Teknologi California.

Misi membuat koloni manusia di Mars yang digagas oleh Mars One telah menyisihkan dari sekitar 200 ribu kandidat menjadi tinggal 1.058 orang.

Koloni akan dilengkapi dengan tempat tinggal layak huni, rumah kaca, robot rover dan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup di Planet Mars.

Nantinya proyek ini akan dibuat menjadi sebuah reality show sebagai cara untuk mendapatkan dana tambahan untuk kelanjutan proyek.

Bas Lansdorp, bos dari Mars One percaya prosesnya akan menjadi acara reality show terbesar di dunia yang pernah ada. Ia mengklaim tidak akan bekerja sama dengan NASA dalam proyek ini, demikian yang dilansir Mashable.

Dari 1.058 kandidat saat ini, terdiri dari 586 laki-laki dan 472 perempuan. Amerika Serikat memiliki sebagian besar peserta dengan 297 orang. Kanada di tempat berikut dengan 75 orang, 62 dari India, dan 52 dari Rusia.

Sisanya tersebar dari seluruh dunia bahkan ada yang dari Singapura. Indonesia? Namun tidak diketahui secara detail.

Mayoritas dari mereka sangat berpendidikan. Sebanyak 347 di antaranya memegang gelar sarjana, 159 bergelar doktor, dan bahkan 29 dari mereka adalah profesor.

Kebanyakan dari mereka sudah bekerja, tetapi ada juga yang masih bersekolah. Sebagian besar kandidat umurnya di bawah 36 tahun.

Mereka akan menjalani pemeriksaan medis dan beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat, termasuk tes fisik dan emosional. Pelatihannya akan dilakukan selama sekitar delapan tahun.

Pada akhirnya akan dipilih 24 astronot oleh publik lewat acara reality show tersebut, dan akan disusun dalam enam tim yang masing-masing berisi empat orang.

Dua puluh empat orang terpilih tersebut disiapkan untuk menjadi penduduk permanen Planet Mars pada 2023.(rm/berbagai sumber)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.