Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Tsunami Menerjang Selat Sunda dan Lampung, Ini Nama Korbanya

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
BANTEN |  BMKG telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

Tsunami bukan dipicu oleh gempa bumi. Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik. Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak. Namun seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan). Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami. Dampak tsunami menerjang pantai di sekitar Selat Sunda. Dampak tsunami menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.

Data sementara hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan terpancing isu yang menyesatkan yang disebarkan oleh pihak yang tidak jelas. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan penelitian lebih lanjut.

BNPB telah berada di lokasi bencana mendampingi BPBD. Bupati Pandeglang telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk penanganan darurat.

Info sementara Korban gempa dan Tsunami, Minggu  23 Desember  2018  pada pukul 03:55 WIB. Update laporan korban terdampak di pantai selatan Kabupaten  Pandeglang
1. Wilayah yang terkena musibah bencana alam banjir diantaranya :

a. Pantai Tanjung Lesung
b. Pantai Sumur
c. Pantai Teluk Lada
d. Pantai Panimbang 
e. Pantai Carita 
Dengan kerugian :

1. Kec Carita

a. Personel.
Meninggal    : 6 orang
Luka - luka  : 50 orang
b. Materil.
Rumah : 15  rusak berat
Hotel     : 8 Rusak berat
Kendaraan : R4 : 5 unit, R2 : 15 Unit

2. Kecamatan  Panimbang

a. Personel.
Meninggal   :  4 orang 
Luka - luka : 40 orang.
b. Materil.
Rumah : 15  rusak berat
Hotel     : 1 Rusak berat
Kendaraan : R4 : 2 unit, R2 : 8 Unit

3. Kec Sumur

a. Personel.
Meninggal   : 4 orang
Luka - luka : 60 orang
b. Materil
Rumah : 13 rusak berat
Kendaraan : R4 : 3 unit. R2 : 15 Unit

2. Catatan

a. Ketinggian air diperkirakan  naik ke permukaan lk 100 m dari bibir pantai, kedalaman  1/2 mtr.
b. Saat ini keadaan masyarakat panik  keluar rumah utk menyelamtakn  dirinya masing  menuju ketinggian disekitar wil masing masing
c. Menurut Pusdalops BPBD Kab. Pandeglang saat bencana naiknya air laut tdk berpotensi tsunami (tidak dipicu gempa bumi).

Sunber: Trc BPBD Provinsi. Banten kordinator  pdg .( Atep Rahman, yoga Sulistiawan, Indra Nuriana.

Tim Yang Bertugas : Tim II
PUSDALOPS BPBD KABUPATEN SERANG
Jl. Kitapa 1 Taman Sari Serang Banten 42112
Tlp/WA :(0254)200135 - 229636 (FAX)
- (0254)200113 (DAMKAR)
- (0254)7960763 (RESCUER Anyer)
SMS : 087808786890.

Sedangkan bencana alam ombak di Lampung Selatan, ini kronologinya.
Pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018 sekira pukul 21.15 wib telah terjadi air laut pasang di pesisir pantai Rajabasa, adapun ketinggian air laut setinggi LK 2 M.

Air pasang tersebut terjadi  selama setengah jam. Warga masyarakat yang sedang berada di dekat lokasi perhamburan untuk menyelamatkan diri sehingga mengakibatkan warga masyarakat yang mengendarai kendaraan ada yang terluka karna bertabrakan saat menyelamatkan diri.

Terseret nya beberapa perahu milik nelayan yang berada di pinggir pantai ke arah  jalan,  terguling nya kendaraan roda empat yang berada di pinggir jalan.

Tiang listrik di dermaga bom roboh. Untuk sementara jalan yang akan mengarah ke pantai pesisir tidak dapat di lalui dengan roda 4. Saat ini  yang berada di dermaga bom dan yang rumahnya berada di pinggir pantai telah mengungsi lokasi yang lebih tinggi.

Telah di lakukan evakuasi oleh Basaranas, Polri dan Kodim serta di bantu oleh Ormas. Telah di pasang police line oleh Sat reskrim jalan menuju ke dermaga bom agar tidak ada lagi warga yang masuk ke lokasi.

Korban musibah ini adalah:
1. NN, 4 th 
2. Muhamad rayan haidar, umu 1, 5 tahun alamat bandar agung Lamteng 
3.Tirta, 60 tahun, alamat kalainda bawah kondisi 
4. Rindu, 5 tahun alamat karet kel kalianda 
5. Uul, Sinar Laut 
6. Rahayu Anggraini, 17 Tahun, Kunjir 

Kirban yang luka - luka:
1. Kasir, 62 tahun, Kaluanda bawah
2. Dira 15 tahun akamat way urang kalianda
3. Rano, 23 tahun alamat cina girang kalianda
4. Ali, 84 tahun akamat sukajadi Kalianda
5. Robi,12 tahun alamat way urang kalianda
6. Riski Palentino, 17 tahun Palas
7. Arif kardan, 27 tahun, alamat karet kelurahan Kalaianda
8. Rendi Oktafiansya,17 tahun, alamat Kalainda

9.Apriadi, 33 tahun, alamat Way Urang
10. Fater dapianda, 2 tahun alamat gunung madu Lamteng
11.Puspasari 32 tahun, alamat karet kel. Way urang
12.Sahyan, 45 tahun alamat korpri Way Urang Kalianda
13. Sindi, 17 tahun alamat Kalianda
14. Rayani, 42 tahun, alamat Way Urang Kalianda
15.  Robiati, 35 tahun alamat Kalaianda
16. Kasim, 43 tahun alamat Kopri Kalianda
17. Riski , 15 tahun alamat Kalianda
18. Rido 16 tahun, Kalianda
19. Elen, 15 tahun alamat Kedaton Balam
20. Sarifudin, 42 tahun alamat Kalianda
21. Sulistiani, 37 tahun alamat Lamteng
22. Sunayo, 60 tahun alamat kalianda
23. Arif 19 tahun alamat balam
24. Kholilah, 42 tahun alamat Kalianda
25. Nurmalasari, 27 Tahun, Kalianda bawah
26. Muhaimi, 32 Tahun, Gunung Madu Lamteng
27.  Mukid, 6 Tahun, Bandar Lampung
28. Kusuma Handayani, 46 Tahun, Balam
29. Mardiyanto, 30 Tahun, Korpri
30. Salsabila, 9 Tahun, Gunung Madu
31. Siti Jubaidah, 32 Tahun, Gunung Madu
32. Arsania, 2 Tahun, Gunung Madu
33. Elya Roza, 41 Tahun, Kedaton Balam
34. Mustama Tanjung, 50 Tahun, Tanjung Karang
35. Mipita, 20 Tahun, Tanjung Karang
36. M.Arip, 17 Tahun, Balam
37. Septiana , 30 Tahun, Lamteng
38. Resti, 19 Tahun, Balam
39. M.Lutfi, 31 Tahun, Gunung Madu
40. Rina Biarti, 24 Tahun, Gunung Madu
41. Robert, 38 Tahun, Gunung Madu
42. Titi, 39 Tahun, Gunung Madu
43. Asiahfantri, 45 Tahun, Balam
44. Suratno, 46 Tahun, Balam
45. Rudi Haryanto, 38 Tahun, Gunung Madu
46. Rustam, 35 Tahun, Merak Belantung
47. Tutut, 29 Tahun, TBB
48. Aurel, 8 Tahun, TBB
49 Jafarnun, 18 Tahun, Balam
50. Nimasari, 17 Tahun, Balam
51. Andi, 17 Tahun, Balam
52. Wildani, 12 Tahun, Balam
53. Deni Damar, 22 Tahun, Metro
54. Amza, 28 Tahun, Palembang
55. Anjar, 23 Tahun, Palembang
56. Zaki Alamsyah, 18 Tahun, Balam
57. Firzun, 18 Tahun, Liwa
58. Steven, GGI
59. Okta Sanjaya, 29 Tahun
60. Rifki, 24 Tahun, Palembang
61. Jefri, 29 Tahun, Palembang
62. Berlian, 18 Tahun, Pramuka Balam
63. Vildani, 17 Tahun, Balam
64. Pasga Pratama, 18 Tahun, Balam
65. Rio Pratama, 17 Tahun, Balam
66. M.Lutfi, 17 Tahun, Balam
67. Tubagus Rio, 17 Tahun, Merbau Mataram
68. Iqbal Sanjaya, 17 Tahun, Tanjung Duren
69. Iqbal Perdana, 17 Tahun, Tanjung Duren
70. Ali, 73 Tahun
71. Rita Oktaviani, 12 Tahun, Way Lubu
72. Nuryati, 34 Tahun, Gusung
73. Aminudin, 67 Tahun, Gusung
74 Paktur, 25 Tahun, Kunjir
75 Silvani, 6 Tahun, Kunjir
76. Ica Iyung, 18 Tqhun, Kunjir
Korban dan luka luka kemungkinan akan bertambah mengingat menurut keterangan yang selamat masih ada beberapa keluarga mereka yang belum ditemukan. 

Untuk kerugian matrial belum dapat di tafsir, Saat ini kondisi air laut telah kembali normal namun masih terdapat kepanikan dari warga masyarakat.

Bahwa air pasang termonitor di sepanjang pesisir pantai kalianda sampai dengan  Raja Basa dan lokasi pantai Ketibung .

Kerusakan rumah pada umumnya rumah yang berlokasi di pinggir pantai

 (Fatah/red/berbagai sumber)
Loading...
loading...