Terpopuler

Back to Top

Video

Khofifah Yakin Raup Mayoritas Suara Kaum Hawa

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
 
Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yakin mampu meraup mayoritas suara perempuan Jawa Timur. Khofifah mengatakan, pengalaman  sebagai Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang notabene adalah organisasi perempuan terbesar di Indonesia dan basisnya sangat kuat di Jawa Timur  menjadikannya mampu memahami berbagai permasalahan, kepentingan, keinginan dan harapan kaum perempuan.
 
Ditambah dirinya juga pernah menjadi menteri negara pemberdayaan perempuan di era Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Saat ini, ketika menjabat sebagai Menteri Sosial, Ia pun terus bersinggungan dengan berbagai persoalan perempuan dan anak.
 
"Pengalaman ini yang menjadikan saya sangat sensitif gender. Bagi saya, perempuan adalah ibu bangsa, sehingga selayaknya kaum perempuan masuk dan berperan di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkap perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tersebut di Surabaya, Jumat (12/01/2018).
 
Pemilih perempuan di Jatim
 
Khofifah menerangkan, bahwa lebih dari 50 persen pemilih di Jawa Timur merupakan kaum perempuan. Dari data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlah DPT di Jawa Timur berjumlah 30.963.078 pemilih yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur.
 
Adapun jumlah pemilih perempuan sebanyak kurang lebih 15,5 juta.​ Sejumlah program pembangunan pro perempuan, kata Khofifah, seperti di lansir rimanews telah disiapkan olehnya dan juga Emil Dardak.
 
Program-program tersebut menjadi komitmen dirinya untuk penguatan peran dan posisi perempuan yant ahirnya tentu diharapkan mampu  meraih dukungan suara perempuan.(Dhuha Hadiansyah)