Terpopuler

Back to Top

Video

Gubernur Dukung Presiden Bangun Maritim Pelabuhan Ekonomi Dunia

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times
 
THE JAMBI TIMES - JAMBI -  Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli S.TP,MA menyatakan dukungannya terhadap Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo (Jokowi) yang memperkuat poros maritim dengan membangun pelabuhan-pelabuhan untuk mengangkut hasil-hasil produksi. Pernyataan ini disampaikan Zola pada sesi wawancara usai mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-72 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (16/8).
 
Gubernur menjelaskan, dalam pidato Presiden Republik Indonesia ditekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan dan membangun pelabuhan. "Ada kata yang saya sambut gembira bagaimana pembangunan pelabuhan itu yang selalu kita sampaikan ke kementerian terkait bahwa Jambi perlu dan sangat butuh pelabuhan, yang artinya pertanda bahwa memang Pak Presiden akan memperhatikan permintaan dari Jambi yaitu masalah pelabuhan," ungkap Gubernur.

Zola menyatakan, presiden juga menyampaikan tentang pemekaran yang juga dibutuhkan oleh Provinsi Jambi. "Kemudian juga tadi disinggung permintaan dari ketua DPD RI untuk pemekaran, di Jambi ada di Merangin dan Kerinci yang sudah kita sampaikan kemarin kepada DPD RI, dalam pertemuan di sana kita minta untuk dapat ditindaklanjuti. Mudah-mudahan juga sinyal bagus, semua ini aspirasi dari masyarakat yang sudah lama diinginkan, kami Pemerintah Provinsi siap mendukung penuh," ujar Zola.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Zola, terus memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat terutama para pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran daerah Provinsi Jambi. "Beberapa waktu yang lalu pada peringatan Hari Legiun Veteran Nasional di rumah dinas, saya sampaikan bahwa kita siap memfasilitasi karena memang kan umurnya itu saya lihat 80-90 dan kami kemarin sudah memberikan bantuan alat bantu kursi roda kepada veteran. Saya katakan untuk menyampaikan kepada kami semua anggota veteran yang ada di Jambi, apa yang dibutuhkan alat bantu, apa alat bantu dengar, apa itu kursi roda, kaki palsu, kami siap memberikan,” tutur Zola.

Gubernur mengegaskan bahwa para veteran ini harus dihargai. "Saya sampaikan Indonesia ada sampai saat ini, Jambi ada sampai saat ini tidak terlepas dari pengorbanan perjuangan, inilah waktunya kita untuk membalas pengorbanan," tambah Zola.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan bahwa Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Besar, bukan hanya karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa. Besar, bukan hanya karena memiliki 17 ribuan pulau. Besar, bukan hanya karena sumber daya alam yang melimpah.

"Kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah, bisa tetap kokoh bersatu sampai menginjak usianya ke-72 tahun. Sementara di beberapa negara lain, dilanda konflik kekerasan antar suku, perpecahan antar agama, pertikaian antar golongan, kita bersyukur kita tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka tunggal ika. Bahkan sekarang ini, kita menjadi rujukan banyak negara dalam hal mengelola kebhinnekaan dan membangun persatuan," ungkap presiden.

Presiden mengemukakan, Indonesia adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri meraih kemerdekaan. "Kita merebut kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan kita, ulama kita, para santri, pemimpin agama-agama kita, dan pejuang dari seluruh pelosok Nusantara" ujar presiden.

“Semua itu harus membuat semakin bangga pada Indonesia, negeri yang dicintai bersama. Semua itu, harus membuat kita percaya diri untuk menghadapi masa depan. Kita harus meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam melihat hari esok. Kita harus membuang jauh-jauh mentalitas negatif yang membuat sesama anak bangsa saling mencela, saling mengejek dan saling memfitnah. Karena kita adalah bersaudara, saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air," tutur presiden. (ADV HMS).