Terpopuler

Back to Top

Video

Bank Jambi Berhasill Yakinkan UNDP dan BAZNAS Bangun Listrik di dua Kabupaten

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Jasa Pembuatan Website
Jasa Pembuatan website portal Berita
http://www.idwebdesain.com

Ads by Iklan The Jambi Times


THE JAMBI TIMES - JAMBI - Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA terus mengupayakan solusi pemenuhan kebutuhan energi listrik Provinsi Jambi, diantaranya dengan menggalang kerjasama dengan UNDP (United Nations Development Programme), salah satu organ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berkecimpung dalam program-program pembangunan dan juga dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Berhasilnya Pimpinan Bank Jambi untuk meyakinkan kepada dua lembaga besar yaitu UNDP dan Baznas untuk membangun proyek listrik di dua kabupaten yaitu kabupaten Merangin dan Kabupaten Bungo.

Dengan MoU antara UNDP dan Baznas di hadapan Gubernur Jambi,Zumi Zola yang langsung di dampingi oleh beberapa pimpinan tertinggi Bank Jambi,hal ini  bertanda bahwa langkah yang di ambil oleh pihak Bank Jambi sebagai tidak sia-sia dan kini sudah di buktikan di hadapan gubernur Jambi.


Zola mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan energi, termasuk didalamnya energi listrik merupakan salah satu prioritas program pembangunan Provinsi Jambi dan akan terus diusahakan secara berkesinambungan. Hal tersebut dikatakan Zola usai menyaksikan Penandatanganan CSA (Cost Sharing Agreement) BAZNAS dengan UNDP untuk Pengembangan Pembangunan Listrik Tenaga Micro Hydro bagi masyarakat Provinsi Jambi yang diselenggarakan di rumah dinas Gubernur Jambi, Rabu (19/07/2017) sore.



Zola mengatakan, kondisi pemenuhan energi sesuai dengan RPJMD Provinsi Jambi dan mendukung kebijakan energi nasional pembangunan sektor energi merupakan salah satu prioritas utama Provinsi Jambi sebagaimana tertuang dalam visi Jambi TUNTAS 2021 yang tertuang pada misi ke-5, yaitu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur umum, pengelolaan energi dan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan.


"Dari sisi penyediaan energi listrik sesungguhnya kebutuhan Provinsi Jambi sudah cukup terpenuhi, selain melalui pembangkit-pembangkit yang ada juga melalui jaringan interkoneksi Sumatera. Namun demikian, kedepannya perlu dilakukan penambahan sumber energi baru terbarukan mengingat makin meningkatnya kebutuhan energi sebagai dampak peningkatan aktivitas dan mendorong perekonomian daerah," ujar Zola.


"Walaupun kebutuhan kapasitas energi listrik sudah terpenuhi, wilayah Provinsi Jambi masih menghadapi kendala teknis dalam hal pelayanan dimana masih sering terjadi "blackout" atau matinya jaringan listrik. Hal ini sangat dikeluhkan masyarakat, oleh karena itu diperlukan solusi yang tepat dari pihak-pihak terkait," sambungZola.



Maka dari itu, Zola mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyambut baik penandatanganan CSA tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan upaya dan kerjasama terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan energi di Provinsi Jambi. "Kami siap mendorong apapun yang dibutuhkan dari pemerintah, dan juga tentu saya disini sebagai Gubernur mewakili juga apabila di kabupaten atau kota tersebut kita juga butuh bantuan dari bupati/walikotanya, saya pun akan memfasilitasi," jelas Zola.


Sementara itu, Wakil Direktur UNDP Indonesia, Francine Pickup menyampaikan bahwa kontribusi Baznas menandai sebuah langkah penting dalam penyaluran dana zakat untuk mencapai SDG untuk pertama kalinya dimanapun di dunia. "Agenda pembangunan global tahun 2030 adalah rencana ambisius untuk memberantas kemiskinan ekstrem dan zakat memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi berarti dalam memastikan bahwa tidak ada perempuan, laki-laki atau anak yang tertinggal," kata Francine Pickup.


Francine menambahkan bahwa kurangnya akses terhadap lustrik akan menahan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan merupakan kendala utama untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. "Sekitar 28 juta orang hidup dibawah garis kemiskinan nasional," tambahnya.


Wakil Ketua Komisioner Baznas, Zainulbahar Noor mengatakan bahwa prinsip-prinsip Islam mendukung proses pembangunan yang inklusif secara sosial. "Kontribusi ini merupakan bagian dari visi kami untuk memiliki dampak yang lebih besar terhadap pembangunan di Indonesia yang akan menguntungkan masyarakat termiskin dan paling tidak beruntung di negara ini," katanya.



Untuk diketahui, penyaluran zakat sejumlah USD 350.000 oleh Baznas adalah untuk mendukung UNDP (United Nations Development Programme) dalam transformasi pasar melalui Market Transformation Through Design and Implementation of Appropriate Mitigation Actions in Energy Sector (MTRE3) yaitu program pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung pengentasan kemiskinan dan pensejahtetaan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap energi.

Program ini dipimpin oleh Ir. Rida Mulyana, M.Sc, Direktur Jenderal Konservasi Energi Terbarukan dan Energi dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kontribusi pertama tersebut adalah untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga air mikro di Provinsi Jambi, Bank Jambi ikut serta memprakarsai proyek ini. (adv).