Warga Ancam Hentikan Pekerjaan Jika BWS VI Tidak Tinjau Proyek
The Jambi Times - Bangko – Pekerjaan pembangunan proyek bronjong di Kelurahan
Pasar Pamenang Kecamatan Pamenang yang di nilai tidak sesuai dengan
spesifikasi, yang di kerjakan oleh PT Masayu Kontrindo (MK) dengan volume
pekerjaan sepanjang 400 meter tersebut kembali8 mendapat kecaman dari warga
setempat.
Pasalnya sejumlah warga mulai geram, dengan tidak adanya respon
positif dari pihak Balai Wilayah Sumatra yang membawahi pembangunan bronjong
dengan menggunakan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2015.
Sejumlah warga berencana akan segera menghentikan pekerjaan
pembangunan bronjong tersebut jika pihak dari kementrian pekerjaan umum tidak
segera turun dan mengecek kinerja rekanan di lapangan.
“Kalau tidak ada respon dari pihak BWS VI Kementrian PU, maka
dengan terpaksa, kami masyarakat yang akan menghentikan pekerjaan ini,” tegas
Alif tokoh masyarakat Kelurahan Pasar Pamenang.
Alasan pemberhentian pembangunan tersebut bukan tanpa alasan,
sebagian warga menyebutkan bahwa pembangunan proyek bronjong yang menghabiskan
Miliaran uang rakyat tersebut telah jauh melenceng dan merampas hak rakyat.
“Kalau begini cara kerjanya, sama saja mereka merampas hak
masyarakat, kami tidak ingin itu terjadi pada kami,” sesalnya.
Alif juga mengharapkan kepada pihak BWS VI agar segera menindak
lanjuti pekerjaan pembangunan bronjong tersebut, sebab tidak sedikit uang
rakyat yang di gunakan dalam pembangunan tersebut.
“Katanya, semua sudah sesuai DPA, tapi yang ada di lapangan,
semuanya melenceng, dan tidak sesuai,” keluhnya.
Sementara itu Nasir, yang merupakan tokoh masyarakat pasar
Pamenang juga menyesali atas tindakan yang di lakukan oleh pihak perusahaan.
“Katanya ada bangun tapak, tapi kami tidak pernah melihat adanya
galian tapak sampai saat ini,” katanya.
Nasir juga menuturkan, agar pihak BWS untuk menyetop pekerjaan
yang di lakukan oleh pihak PT MK.
“BWS yang paham, kalau bisa di tinjau, atau di stop dulu untuk
sementara, sebelum pekerjaan ini bertambah panjang,” harapnya.
Terpisah PPK BWS VI Edi saat berusaha di konfirmasi Koran ini
berulang kali melalui ponsel pribadinya bernada kan tidak aktif.
Tak berhenti disana, Radar Sarko kembali mencoba menghubungi
Pengawas lapangan BWS VI Andy, saat di coba konfirmasi melalui ponsel
pribadinya bernadakan aktif namun tidak di angkat, dan di kirimi pesan singkat
juga tidak dibalas sampai dengan berita ini di turunkan.(lik)

