Istri Bupati Cilacap Buka Kedai Kopi Gratis Timbulkan Kerumunan disaat PPKM
Kedai kopi tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya digelar Minggu, (15/08/2021) pagi di saat masyarakat ramai berolahraga dan bermain di Alun-alun Cilacap, sehingga banyak masyarakat yang mengetahui siapa Tetty.
Hal ini dilakukan sebagai ajang panggung politik 2024 karena menurut informasi Tetty akan maju sebagai Calon Bupati pada bursa Pemilihan Kepala Daeran (Pilkada) yang akan datang.
Namun dengan membuka kedai kopi gratis di tempat keramaian di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan menimbulkan kerumunan.
Ironisnya, kerumunan yang dilakukan istri Bupati dan juga anggota DPR RI tersebut tidak dibubarkan oleh aparat seperti Satpol PP atau kepolisian. Entah aparat segan atau takut.
seharusnya, hukum tidak tebang pilih, jangan hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, ibaratnya jika masyarakat kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melakukan aparat langsung membubarkan dan dikenai sanksi, namun jika yang melakukan pejabat aparat diam saja.
Inilah salah satu potret ketidak Adilan di Cilacap .
Disisi lain PPKM diperketat Hajatan - hajatan ,perdagangan - pedagang dan hiburan- hiburan yang menimbulkan kerumunan dibubarkan dengan dalih pelanggaran aturan dll .
Sementara dialun - alun Cilacap yang menjadi pusat kabupaten malah dibiarkan berlangsung dan hanya dijaga beberapa petugas satpol PP .
Anggota DPRD yang media minta pendapatnya melalui sambungan WhatsApp nya antara lain Suheri dan Mushlikin mengatakan kejadian yang ada dialun - alun Cilacap apapun dahlihnya ya kurang pas disaat situasi PPKM seperti sekarang ini , dan dapat memicu asumsi masyarakat kalau kegiatan hajatan dan hiburan yang menimbulkan kerumunan juga sudah diperbolehkan juga ucapnya .
Selain itu media juga meminta pendapatnya Sekda kabupaten Cilacap tentang Vidio / foto kejadian dialun - alun tsb .
Sekda hanya menyampaikan pesan singkat " Kelihatanya ada satpol PP nya", ujar Sekda .( Slamet wi )

