News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Pemuda Muhammadiyah Jakarta Gagal Tekan Laju Penyebaran Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Jakarta Gagal Tekan Laju Penyebaran Covid-19




The Jambi Times, JAKARTA | Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang turut membantu pemerintah meminimalisir penyebaran covid-19 dengan cara mendesinfeksi kampung-kampung, rumah ibadah, RT RW dengan tingkat kepadatan penduduk yang luar biasa kami sangat sepakat untuk tidak menyalahkan siapapun dengan terjadinya pandemi covid-19 di Indonesia.
Sampai dengan saat ini pun kami tetap mendesinfeksi lingkungan dan membagikan sembako kepada beberapa masyarakat yang terdampak secara langsung akibat pandemi covid-19 seperti pengemudi ojol, supir mikrolet, serta masyarakat yang pekerjaannya mendapat penghasilan harian.
Sejak penderita pertama diumumkan presiden pada tgl 2 Maret 2020 telah jatuh kurban jiwa sebanyak 4.241 positif, 373 meninggal dunia per tanggal 12 April 2020 dan kondisi ini setiap hari semakin banyak tidak terbendung, walaupun pemerintah pusat sudah mengeluarkan Permenkes tentang PSBB dan sudah diberlakukan di DKI Jakarta kelihatannya belum memperoleh hasil yang maksimal.
Kondisi pertambahan jumlah pasien positif covid-19 setiap harinya terlihat semakin bertambah, apakah kebijakan pemerintah yang kurang tepat ataukah masyarakat di Indonesia yang tidak disiplin untuk menerapkan physical distancing secara massal, lagilagi kami sepakat untuk tidak dihadapkan pada saling menyalahkan antara pemerintah dan masyarakat.
Saat ini dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi covid-19 agar tidak meluas dengan sama-sama berdisiplin menerapkan physical distancing massal yang bertanggung jawab.
Physical distancing secara massal dan bertanggung jawab kami artikan bahwa masyarakat menjaga jarak fisik di antara masyarakat lainnya dan pemerintah bertanggungjawab terhadap konsekuensi logis terhadap dampak physical distancing tersebut, dari penanggung jawab kebutuhan hidup dasar manusia yang memerlukan makanan bergizi, kesehatan yang paripurna dan pendidikan yang berkualitas, tidak ketinggalan jumlah pengangguran akibat penutupan usaha. 
Kelihatannya sampai dengan saat ini pemerintah masih "pusing" dengan akibat covid-19 secara langsung maupun tidak langsung yang berakibat pada semua lini kehidupan.
Apakah kita harus menunggu pemerintah bertanggungjawab atas rakyatnya atau menunggu banyaknya lagi korban yang berjatuhan secara massal.
Bung Karno pernah berkata jangan pernah melupakan sejarah, dengan jejak digital dari awal Februari sampai dengan diumumkannya pasien covid-19 kita bisa melihat narasi pemerintah dalam menghadapi covid-19 mencerminkan pemerintahan yang kurang peduli terhadap kesehatan rakyatnya dengan membuka akses pariwisata bagi para wisatawan asing, dan promosi pariwisata yang terlalu berlebihan. 

Hal ini disampaikan melalui surat resmi yang langsung  ditullis oleh Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamdiyah DKI jakarta Bayu Herdayanas didampingi sekretaris Muhaidi Rahman, Senin 13 April 2020. 
 Sekali lagi kami sepakat untuk tidak menyalahkan siapapun atas pandemi hari ini, tetapi sebagai bagian dari masyarakat kami menunggu pejabat yang paling bertanggungjawab untuk mengundurkan diri sebagai perwira atau meneruskan jabatan dengan tebal muka.***

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.