Romi Akan Beri Reward Tim Karhutla




The Jambi Times, MUARASABAK | Selasa (17/9) pagi, di hadapan Kapolda Jambi Irjend Pol Mukhlis As, Kasdam II Sriwijaya dan Komandan Korem 042 Garuda Putih, Bupati Romi Hariyanto memaparkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Romi melaporkan bahwa tim gabungan TNI - Polri, Manggala Agni, Pemkab dan relawan, masih berjibaku di sejumlah titik kebakaran. Perjuangan para petugas itu,  sungguh luar biasa. Bahkan ada sejumlah tim yang terus berpindah dari satu titik ke titik kebakaran lain. Tidak pulang sejak lebih satu bulan. “Karena itu, sangat pantas mereka para pahlawan kemanusiaan itu kita beri reward,” ujar  Romi  di aula kantor bupati di Muarasabak 

Romi juga memuji Kapolres AKBP Agus Desri Sandi dan Dandim 0419/ Tanjab Letkol Infanteri Muhammad Arry Yudhistira. Mereka  sudah melakukan upaya luar biasa. Turun langsung mengomandoi tim.  Bahkan sampai ke titik terjauh di Kecamatan Sadu. Koordinasi yang dilakukan pun sangat cepat dan terarah. “Bahkan, untuk mencari sumber air, mereka perintahkan langsung menggali sumur - sumur baru. Ada total 18 sumur yang digali. Parit - parit yang mengering juga diperdalam untuk memenuhi kebutuhan air penyiraman,” kata Romi

Kendala pemadaman memang salah satunya adalah minimnya sumber air. Lalu titik api yang jauh dari sumber air. Namun, lanjut Romi lagi, tim dan relawan tak pernah surut. Kapolres dan Dandim terus membakar semangat mereka.

Kasdam II Sriwijaya, Brigjend TNI Syafrial, PSc. M.TR (Han), dalam arahannya menyebutkan upaya serius satgas Karhutla itu harus diiringi dengan upaya yang lebih kongkrit. Hotspot yang muncul, yang masih kecil harus segera diatasi agar tak membesar. Pasalnya, saat sudah membesar bombing helikopter pun kadang tak lagi efektif. Karena itu, mengerahkan tim ke desa - desa yang terpetakan rawan karhutla menjadi penting. “Lakukan pendekatan preventif agar mindset warga tentang cara membuka lahan tidak lagi dengan membakar. Sosialisasikan bahwa dampak yang ditimbulkan sangat serius dan berdampak hukum,”kata Kasdam.

Kasdam juga bercerita bahwa dalam perjalanan ke Muarasabak bersama Kapolda, dari helikopter ia memperhatikan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar justru bukan di areal perkebunan. Namun justru di lahan - lahan yang tampak kosong. “Itu artinya kuat dugaan sengaja dibakar, bukan terbakar,” papar Kasdam.

Kasdam juga menyebut ia masih bersyukur bahwa dari enam daerah yang masuk kategori terparah, tidak termasuk Jambi.(husin)