Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.VII)
Science isn’t something that just happens overnight.
It takes many measurements, oodles of analysis, re-testing and re-analysis
before any groundbreaking announcement can be made.
Landon yang didiagnosis menderita kanker leukimia,
kata Sierra, selama menjalani kemoterapi justru sakit keras, muntah beberapa
kali dalam sehari dan mengalami kerusakan saraf di kakinya.
Bahkan, katanya, pernah dalam suatu titik, Landon
tidak bisa makan sama sekali selama 25 hari.
Akhirnya sang ibu memutuskan menghentikan kemoterapi
dan pindah ke Colorado yang ganja adalah legal digunakan sebagai pengobatan.
Ia mengatakan pengobatan itu justru membuat kondisi
anaknya semakin baik dan kankernya perlahan-lahan hilang. Pada Januari 2013
lalu, Landon mulai mengambil bentuk cair THC (tetrahydrocannabinol) dan
CBD (cannabidiol), dua senyawa yang ditemukan dalam ganja. Ajaibnya,
kankernya mulai menyerah.
“Segera setelah kami mulai mengambil minyak,
trombositnya meningkat seperti milik orang sehat dan mereka tidak bisa mengerti
mengapa,” kata Riddle kepada CNN seperti dikutip dari nydaily.
“Saya hanya ingin mengatakan, tidak peduli apakah saya
dikatakan bukan ibu yang baik dengan tidak mengupayakan kemoterapi bagi
anaknya, tapi saya tidak akan mengambil risiko kehilangan dia, ” katanya.
Sierra Riddle memilih menghentikan kemoterapi bagi
anaknya yang bernama Landon, yang mengidap kankerleukimia.
Sierra bukan orang tua pertama yang menggunakan ganja
sebagai pengobatan medis untuk memerangi kanker pada anak. Tujuh tahun lalu
seorang gadis berusia tujuh tahun di Oregon diberi ganja oleh ibunya untuk
meredakan gejala leukimia.
Karena hukum kebanyakan di negara mengilegakan ganja
maka hampir tidak ada bimbingan bagi orang tua yang ingin memberikan pengobatan
ganja bagi anaknya.
Senyawa CBD memiliki kemampuan memerangi kanker pada
sel manusia dan tikus sesuai percobaan laboratorium. Hal itu diungkapkan
peneliti dari California Pacific Medical Center Research Institute kepada CNN.
Kanker lever kakek ini berhasil sembuh berkat ganja
Bagi Mike Cutler, seorang kakek berusia 63 tahun asal
East Sussex, Inggris, keampuhan ganja dalam hal kesehatan tak diragukan lagi. Setidaknya
untuk mengobati kanker lever yang dideritanya. Cutler menerima transplantasi
lever pada tahun 2009, namun kanker itu kembali pada tahun 2012 lalu dan
menyerang organ barunya.
Cutler berusaha mencari pengobatan alternatif tetapi
tidak menemukannya. Akhirnya dia menggunakan minyak ganja atas inisiatifnya
sendiri. Berkat minyak ganja tersebut, Cutler saat ini bebas dari kanker lever.

