News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.VI)

Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.VI)



 

“Di posisiku yang masih aktif sebagai hakim dan bekerja mengadili kasus-kasus, banyak teman dan relasi yang mempertanyakan keputusanku mengangkat isu ini.

Ini kulakukan karena kesadaran bahwa para penderita kanker sepertiku di luar sana, mungkin tidak punya akses mengungkapkan keadaan buruk masing-masing secara masal.

Sangat menyakitkan rasanya bahwa dalam masalah kanker seperti ini, satu-satunya obat yang dapat menolong tanpa efek-efek samping yang rumit, dalam hal ini yaitu cannabis, masih saja diklasifikasikan sebagai narkotika”, lanjutnya dalam artikel tersebut.

“Aku tidak bakal tinggal diam, karena meng-kriminalisasikan obat paling efektif akan berujung kepada ketidak-adilan sistem administrasi hukum yang berlaku.

Aku merasa berkewajiban baik sebagai hakim atau sebagai penderita kanker, memohon kepada pemerintah negara bagian New York untuk mengikuti langkah 17 negara bagian lainnya yang telah memberikan akses untuk ganja medis.

Karena adalah tidak manusiawi untuk menghalangi kami (penderita kanker) dari sebuah substansi alam yang telah terbukti membantu penderitaan kami”, tutupnya. (lihat video pembahasannya)

Kanker Leukimia anak asal Oregon AS ini berhasil sembuh total berkat ganja

Penelitian terbaru yang dilakukan tim dari University of Alberta menunjukkan bahwa daun ganja ternyata mengandung bahan aktif yang dapat menambah nafsu makan para pasien kanker. Bahan aktif dalam ganja yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), dapat meningkatkan selera makan dan kemampuan pengecapan pada pasien kanker stadium lanjut.

                                                                            


“Mariyuana emiliki reputasi yang buruk bagi orang sehat, tetapi studi menunjukkan bahwa ganja juga memiliki efek yang baik bagi pasien kanker.

Tak hanya itu, mereka dapat menikmati makanan dan tidak merasa lapar adalah perbaikan yang besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” jelas peneliti Wendy Wismer, seorang ilmuwan makanan di University of Alberta di Kanada.

Rupanya, karena alasan inilah, seorang ibu warga negara Oregon, Erin Purchase percaya dan memberikan terapi ‘pengobatan’ marijuana sebagai bagian dari pengobatannya kepada sang putri Mykayla Comstock (7) yang sedang menderita kanker.



Kristina Marie, penderita tumor otak sembuh total oleh minyak ganja (cannabinoid)

Penyakit kanker jika diobati dengan obat biasa apapun itu, kehidupan orang tersebut hanya “diperpanjang” karena obat hanya MENGHAMBAT perkembangan kanker dan akan tetap menyebar.
Tapi dengan THC Ganja, sel kanker dapat dimusnahkan total dan membuat kehidupan orang tersebut “tak diperpanjang” tapi kehidupan orang tersebut menjadi kembali normal atau kembali semula saat belum terkena kanker.

Hentikan Kemoterapi, Ibu Mengobati Kanker Leukimia Anaknya dengan Ganja

Salah satu saksi-mata lagi, dari sekian ribu kasus kanker yang berhasil sembuh oleh cannabis adalah seorang ibu, bernama Sierra Riddle yang memilih menghentikan kemoterapi bagi anaknya yang mengidap kanker dan memilih memberikan ganja sebagai obat.

Sierra memutuskan menghentikan kemoterapi bagi Landon, bocah berusia tiga tahun karena pengobatan itu membuat anaknya justru semakin menderita.




Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.