News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.VIII) Habis

Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.VIII) Habis





The Jambi Times - Jika penelitian tersebut berhasil, saat percobaan yang dilakukan menggunakan tikus dan diperkirakan bisa diterapkan pada manusia, berarti suatu hari nanti para ilmuwan akan mampu menciptakan obat yang diproduksi menggunakan ganja tanpa menggangu memori kerja pasien saat obat tersebut bekerja mengobati penyakit.

Memori kerja merupakan kemampuan untuk mengingat lebih dari satu pemikiran di kepala dalam suatu  periode.

“Kami telah menemukan titik awal dari fenomena tersebut – efek dari ganja terhadap ingatan – .adalah sel astrogial,” ujar peneliti  lembaga riset biomedis di Institut di National de la Santé et de la Recherche Médicale (INSERM), Giovanni Marsicano.

Giovanni menemukan fakta bahwa gangguan terhadap memori kerja tidak disebabkan oleh efek dari obat (yang diproduksi menggunakan ganja) yang langsung menyerang sel-sel saraf pada otak, melainkan pada jenis sel yang lain, yaitu sel-sel pembantu otak yang disebut astroglia (sering disebut astrocrytes, neuroglia, atau sel-sel glial).

Inilah bukti konspirasi “barat” bahwa pemerintah negara² industri dan bisnis besar “multi billion dollar” mereka di dunia pharmaceutical, dalam upayanya untuk menjaga tanaman ini tetap terlarang (ilegal) dan tak meruntuhkan industri pharmaceutical para elit dunia tersebut.
 
(Perangko lama Indonesia, terlihat bukti bahwa daun ganja pernah digunakan oleh para leluhur sebagai obat herbal pada masa lalu)
Denagn begitu, maka para Elit Dunia dapat selalu mempertahankan bisnis multi trilyun dollar melalui industri-industri farmasi raksasa milik mereka, agar tetap dapat mengontrol penyakit dan obat yang dikonsumsi oleh tiap insan manusia sejagad. Terlarangnya ganja adalah asli karena persaingan bisnis, karena uang dan karena pendukung depopulasi dunia, nothing else!. (berbagai sumber)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.