Tak Terima Dilantik, Mantan Kasat Pol PP Bongkar Kejanggalan Penerimaan Honorer Kontrak
The Jambi Times - Bangko
- Mendapat Kabar dilenserkan dari jabatan Kasatpol-PP. Mantan kasat
Satpol-Pp bongkar proses perekrutan tenaga kontrak Polisi Pamong Praja.
Ramli pun mengatakan kepada sejumlah wartawan, akibat kendala
penerimaan Satpol-Pp ini dikarenakan ada berapa titipan, hingga
penerimaan pun terjadi selama setahun.
"Sesuai janji saya, kita
bongkar semua persoalan yang terjadi selama proses penerimaan ternaga
kontar Satpol Pp, saya juga telah dilenserkan, " terangnya kepada
sejumlah Wartawan.
Dijelaskannya, akibat terkendala proses akhir
seleksi bagi honor kontrak Satpol-PP, lantaran adanya tambahan lagi
sebanyak 195 orang dari istana Bupati Merangin, yang berinisial MTH, MZ,
dan JD, yang tidak lulus titipannya.
" Ini karena ada berapa
tambahan dari istana atas nama Mustahadi, Muzakir, yang tidak lulus,
seharusnya berkas yang lama bisa di proses, gimana mau selesai ada
tambahan " cetusnya.
Bahkan, Ramli pun menilai apa yang diungkapkan
Bupati selama ini menilai Kasat Satpol-PP tidak bekerja. Maka Ramli pun
membatah bahwa itu sama sekali tidak benar, jadi untuk mengembalikan
kepercayaan masyarakat terhadap kerja Kasat Satpol-PP, selaku yang
bertangungjawab dalam hal ini siap membongkar semua kejanggalan mulai
dari awal perekrutan tenaga kontrak Satpol-PP, supaya nanti masyarakat
tau jelasnya siapa yang bermain.
" Tudingan Bupati, bahwa
Kasatpol-PP tak bekerja itu tidak benar, maka itu kita bongkar semua
siapa yang bermain, Saya atau pihak istana," tegasnya.
Tak itu saja,
untuk di ketahui Bupati juga ikut memposisikan tenaga kontrak yang
lulus, salah satunya atas nama Anggun Pratama lengkap dengan materai
enam ribu dari Desa Pulau Rengas Kecamatan Bangko Barat.
"Kamu
silahkan lihat buktinya bahwa bupati juga bermain, dan inilah salah
satu calon Satpol-PP yang lulus diposisikan oleh Bupati lengkap dengan
materai, berasal Desa Pulau Rengas," tambahnya.
Sementara Muzakir
saat dikonfirmasi thejambitimes.com malam ini, membantah bahwa apa yang
diungkap mantan Kasat Pol PP tidak benar adanya.
Buktinya saja,
keluarga Muzakir pun tidak satupun yang lulus dalam penerimaan satpol
pp. Muzakir pun juga meminta kepada mantan kasat pol pp untuk
membuktikan dari mana saja asal peserta yang lulus, ditambah lagi
keluarga siapa saja yang lulus.
"Keluarga saya aja satupun tidak lulus, buktikan saja dari aman saja yang lulus dan keluarga siapa saja, " tegasnya. (lik)
