Soal kondom,Mahasiswa:BPMPD Lecehkan Batang Hari
![]() |
| (Foto:Ilustrasi) |
The Jambi Times – Batang Hari - Jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi dan Panitia Besar (Panbes) Porprov Jambi yang ke XXI disibukan untuk mempersiapkan perhelatan olahraga tingkat Provinsi Jambi ini, kini muncul keinginan atau ungkapan dari salah satu pejabat Pemda Batanghari tentang agar Pemerintah Kabupaten Batanghari harus menyiapkan kondom alias alat kontrasepsi selama berlangsungnya Porprov di Bumi Seentak Bak Regam.
Seperti berita yang ditanyangkan disejumlah media, baik cetak dan eletronik, dalam pemberitaan tersebut, bahwa Andanan, S.Sos sebagai Kepala Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Batanghari mengatakan bahwa Pemda harus menyiapkan kondom selama Porprov dilaksanakan.
"Pemkab harus menyediakan kondom selama Porprov berlangsung di Batanghari," ini dikuti secara langsung pada pemberitaan dimedia kemarin Rabu (20/05), dan komentar atau pendapat ini di
sampaikan oleh Adnan pada saat rapat panitia besar Porprov di pendopo rumah dinas Bupati Batanghari Selasa (19/5)lalu.
Lebih lagi dalam pemberitaan dengan berjudul “ BPMPD Usulkan Sediakan Kondom, Kepala
BPMPD Usulkan Sediakan Kondom Selama Porprov Batanghari” bahwa apa yang diusulkan Kaban BMPD tersebut mempunyai alasan, menurutnya menjelang pelaksanaan Porprov, PSK yang ada di Provinsi Jambi mulai berdatangan ke-Kabupaten Batanghari khususnya di kota Muarabulian.
Dijelaskan labih jauh lagi dalam pemeberitaan yang dilangsir sejumlah media yang menghebohkan masyarakat, Kaban BPMPD Batanghari mengakui telah menerima informasi, para PSK tersebut telah jauh-jauh hari sudah ada yang memesan kos-kosan yang ada di sekitar Kota Muarabulian yang dijadikan pusat tempat pelaksanaan Porprov nantinya.
Maka dari itu ia berharap kepada Pemkab Batanghari, untuk menghindari terjadinya hal-hal negatif
baik selama Porprov maupun setelah itu. Agar menyediakan stok kondom untuk disebarkan ke toko-toko yang ada di Kota Muarabulian. "Stok kondom disebarkanlah di toko-toko," sebut Adnan.
Akan tetapi pada usulan yang usulan Kaban BPMPD tersebut, dibantah secara langsung oleh Plt Sekda Batanghari, M Fhadil Arif, yang juga merupakan panitia besar Porprov. Dimana menururt Fhadil, urusan PSK yang akan berdatangan ke Batanghari selama Porprov, itu akan kita serahkan ke pihak Sat Pol-Pp Batanghari yang mengatasinya. "Masalah PSK itu nanti sat pol-pp yang
mengatasi. Kitapun bingung, kok bisa prostitusi ikut meramaikan Porprov," seperti yang dilangsir media.
Atas pendapat atau usulan dari Kaban BPMPD Batanghari seperti yang publish pada media cetak
dan online, teryata ini mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, diantaranya, Agus Budi Yarso, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ketua PC PMII Batanghari ini mengatakan kepada media inimengatakan, bahwa apa yang diusulkan oleh Kaban BPMPD Batanghari dengan meminta kepada Pemda Batanghari untuk menyiapkan
kondom alias alat kontrasepsi itu, sama halnya menyatakan dan mengusulkan kepada Pemkab Batanghari untuk melegalkan terjadinya perzinaan di Batanghari.
“Itu pendapatan Kaban BPMPD Batanghari sama saja mengiginkan Pemkab untuk mempersilahkan daerah kita ini tempat ajang prostitusi pada pelaksanaan Porprov yang akan berlangsung
nantinya” tandasnya Rabu (20/05).
Selian itu, Ketua PC PMII Batanghari juga mengatakan, bahwa pendapat Kaban BPMPD Batanghari sama saja mempermalukan nama daerah ke publik ramai, “Kaban BPMPD Batanghari yang memberi statement dalam pemberitaan yang terbit soal ini, sama saja mencorengkan nama Batanghari di publik, tidak sepantasnya seorang pejabat yang berkata seperti itu, maknanya sudah melenceng benar, parah itu Kaban BPMPD Batanghari” tegasnya kepada The Jambi Times.
Hal senada juga dikatakan oleh Presiden Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) STAI Muarabulian, Hasan Basri, bahwa apa yang dirilis terhadap pemberitaan Kaban BPMPD Batanghari untuk meminta Pemda Batanghari menyiapkan kondom dengan dasar bahwa Adnan selaku Kaban BPMPD Batanghari telah mendapatkan informasi, telah masuknya para PSK yang memesan kos-kosan untuk menjajahkan diri mereka pada kesempatan pelaksanaan Porprov nantinya, seolah-olah instasi BPMPD Batanghari yang mewakili jajaran Pemda Batanghari untuk mempersilahkan adanya ajang prostitusi di Batanghari selama kegiatan itu berlangsung.
“ Itu Kaban BPMPD Batanghari apa tidak ada statement lain, kok Pemerintah yang dia sementara sebagai pejabat pemerintah untuk menyiapkan kondom sebagai dalil untuk menghidari penyakit menular atas akan masuknya para PSK dalam kesempatan itu, pejabat kok ngomong lain yah, wah sudah tidak jelas tuh pejabat” tegas Hasan ketika dikonfirmasikan.
Ditempat terpisah, Moh. Soleh Ketua Himpunan Mahasiswa UNJA Ma. Bulian juga berpendapat hal yang sama, malahan lebihnya lagi, Ketua Himpunan Mahasiswa UNJA Ma. Bulian dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan sejumlah ormas mahasiswa yang ada di Batanghari dan
ormas mahasiswa asal Batanghari yang ada di Jambi untuk mempertanyakan masalah ini kepada Kaban BPMPD Batanghari. (Osain)
Seperti berita yang ditanyangkan disejumlah media, baik cetak dan eletronik, dalam pemberitaan tersebut, bahwa Andanan, S.Sos sebagai Kepala Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Batanghari mengatakan bahwa Pemda harus menyiapkan kondom selama Porprov dilaksanakan.
"Pemkab harus menyediakan kondom selama Porprov berlangsung di Batanghari," ini dikuti secara langsung pada pemberitaan dimedia kemarin Rabu (20/05), dan komentar atau pendapat ini di
sampaikan oleh Adnan pada saat rapat panitia besar Porprov di pendopo rumah dinas Bupati Batanghari Selasa (19/5)lalu.
Lebih lagi dalam pemberitaan dengan berjudul “ BPMPD Usulkan Sediakan Kondom, Kepala
BPMPD Usulkan Sediakan Kondom Selama Porprov Batanghari” bahwa apa yang diusulkan Kaban BMPD tersebut mempunyai alasan, menurutnya menjelang pelaksanaan Porprov, PSK yang ada di Provinsi Jambi mulai berdatangan ke-Kabupaten Batanghari khususnya di kota Muarabulian.
Dijelaskan labih jauh lagi dalam pemeberitaan yang dilangsir sejumlah media yang menghebohkan masyarakat, Kaban BPMPD Batanghari mengakui telah menerima informasi, para PSK tersebut telah jauh-jauh hari sudah ada yang memesan kos-kosan yang ada di sekitar Kota Muarabulian yang dijadikan pusat tempat pelaksanaan Porprov nantinya.
Maka dari itu ia berharap kepada Pemkab Batanghari, untuk menghindari terjadinya hal-hal negatif
baik selama Porprov maupun setelah itu. Agar menyediakan stok kondom untuk disebarkan ke toko-toko yang ada di Kota Muarabulian. "Stok kondom disebarkanlah di toko-toko," sebut Adnan.
Akan tetapi pada usulan yang usulan Kaban BPMPD tersebut, dibantah secara langsung oleh Plt Sekda Batanghari, M Fhadil Arif, yang juga merupakan panitia besar Porprov. Dimana menururt Fhadil, urusan PSK yang akan berdatangan ke Batanghari selama Porprov, itu akan kita serahkan ke pihak Sat Pol-Pp Batanghari yang mengatasinya. "Masalah PSK itu nanti sat pol-pp yang
mengatasi. Kitapun bingung, kok bisa prostitusi ikut meramaikan Porprov," seperti yang dilangsir media.
Atas pendapat atau usulan dari Kaban BPMPD Batanghari seperti yang publish pada media cetak
dan online, teryata ini mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, diantaranya, Agus Budi Yarso, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ketua PC PMII Batanghari ini mengatakan kepada media inimengatakan, bahwa apa yang diusulkan oleh Kaban BPMPD Batanghari dengan meminta kepada Pemda Batanghari untuk menyiapkan
kondom alias alat kontrasepsi itu, sama halnya menyatakan dan mengusulkan kepada Pemkab Batanghari untuk melegalkan terjadinya perzinaan di Batanghari.
“Itu pendapatan Kaban BPMPD Batanghari sama saja mengiginkan Pemkab untuk mempersilahkan daerah kita ini tempat ajang prostitusi pada pelaksanaan Porprov yang akan berlangsung
nantinya” tandasnya Rabu (20/05).
Selian itu, Ketua PC PMII Batanghari juga mengatakan, bahwa pendapat Kaban BPMPD Batanghari sama saja mempermalukan nama daerah ke publik ramai, “Kaban BPMPD Batanghari yang memberi statement dalam pemberitaan yang terbit soal ini, sama saja mencorengkan nama Batanghari di publik, tidak sepantasnya seorang pejabat yang berkata seperti itu, maknanya sudah melenceng benar, parah itu Kaban BPMPD Batanghari” tegasnya kepada The Jambi Times.
Hal senada juga dikatakan oleh Presiden Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) STAI Muarabulian, Hasan Basri, bahwa apa yang dirilis terhadap pemberitaan Kaban BPMPD Batanghari untuk meminta Pemda Batanghari menyiapkan kondom dengan dasar bahwa Adnan selaku Kaban BPMPD Batanghari telah mendapatkan informasi, telah masuknya para PSK yang memesan kos-kosan untuk menjajahkan diri mereka pada kesempatan pelaksanaan Porprov nantinya, seolah-olah instasi BPMPD Batanghari yang mewakili jajaran Pemda Batanghari untuk mempersilahkan adanya ajang prostitusi di Batanghari selama kegiatan itu berlangsung.
“ Itu Kaban BPMPD Batanghari apa tidak ada statement lain, kok Pemerintah yang dia sementara sebagai pejabat pemerintah untuk menyiapkan kondom sebagai dalil untuk menghidari penyakit menular atas akan masuknya para PSK dalam kesempatan itu, pejabat kok ngomong lain yah, wah sudah tidak jelas tuh pejabat” tegas Hasan ketika dikonfirmasikan.
Ditempat terpisah, Moh. Soleh Ketua Himpunan Mahasiswa UNJA Ma. Bulian juga berpendapat hal yang sama, malahan lebihnya lagi, Ketua Himpunan Mahasiswa UNJA Ma. Bulian dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan sejumlah ormas mahasiswa yang ada di Batanghari dan
ormas mahasiswa asal Batanghari yang ada di Jambi untuk mempertanyakan masalah ini kepada Kaban BPMPD Batanghari. (Osain)
