Gubernur Resmikan SMK Negeri 12
The Jambi Times -Sarolangun - Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) meresmikan SMK Negeri 14 Kabupaten Sarolangun,
yang bertempat di Desa Muara Air Duo, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten
Sarolangun, Rabu (20/5) siang.
Dalam peresmian SMK N 14 Kabupaten Sarolangun tersebut, juga diresmikan SMK N 12 Kabupaten Sarolangun, yang lokasi sekolahnya di Desa Maribung Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, namun prasasti peresmiannya ditandatangani oleh gubernur di SMK N 14 Kabupaten Sarolangun.
Sebelumnya, gubernur dan Bupati Sarolangun melakukan panen raya padi secara simbolis di Desa Batin Pangambang, Kecamatan Batang Asai.
Gubernur mengungkapkan, sejak dilantik jadi Gubernur Jambi, dirinya memikirkan dan mengupayakan penambahan SMK, sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang terampil untuk memasuki dunia kerja. Dan, pembangunan SMK N 14 dan SMK N 12 Kabupaten Sarolangun, termasuk didalamnya.
Gubernur menyatakan, ketika melihat anak-anak kecil dan anak-anak sekolah, dia sering berpikir apa pekerjaan anak-anak tersebut kelak, agar anak-anak tersebut jangan menganggur.
Gubernur mengatakan, para alumni SMK diproyeksikan untuk memikili keterampilan, jadi lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga mengurangi jumlah pengangguran.
"SMK ini sangat penting untuk tenaga kerja. Generasi kami menyiapkan, yang menikmati generasi berikutnya. Investasi pendidikan jangka panjang," ujar gubernur.
Menanggapi permintaan dan harapan masyarakat agar jalan ke Kecamatan Batang Asai sampai ke Desa Muara Air Duo dibangun, gubernur mengungkapkan, sedianya sejak awal masa kepemimpinannya, dirinya sudah memikirkan untuk membangun 3 jalan dengan pola anggaran multi years (tahun jamak), yakni Jalan Batang Asai, Jalan Kerinci, dan Jalan Jangkat, namun karena keterbatasan anggaran, Jalan Batang Asai belum di-multi years-kan, namun tetap dibangun dengan dana reguler tahunan.
Gubernur mengemukakan, tahun 2016 jalan Batang Asai di-multi years-kan, serta mengusulkan agar jalan tersebut jangan hanya diaspal biasa, namun diusahakan untuk dirigid beton, paling tidak untuk spot-spot tertentu.
Dikatakan oleh gubernur, Jalan Simpang Pauh - Betung Bedarah - Margoyoso serta Jalan Ujung Jabung akan dibangun. Selain itu, gubernur juga mengatakan bahwa pada tahun 2015 ini, sepanjang 393 Km jalan provinsi ditarik menjadi jalan nasional yang dimuat dalam SK Menteri PU, dengan demikian Pemerintah Provinsi punya tambahan saving anggaran.
Mengenai pembangunan sektor kelistrikan, gubernur menyatakan, tahun ini Pemerintah Provinsi Jambi membangun PLTMH di Tangkui 30 ribu watt, PLTU 2 X 320 MW di Guntur, dan di Tebo 2 X 200 MW, serta eksplorasi geothermal di Kerinci.
Pada kesempatan tersebut, gubernur memberikan bantuan secara simbolis dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi kepada perwakilan kelompok-kelompok tani Kecamatan Batang Asai berupa: insektisida, rodentisida, jaring babi, dan bibit padi.
Selanjutnya, gubernur membuka plakat nama SMK N 14 Kabupaten Sarolangun sebagai pertanda diresmikannya sekolah tersebut.
Bupati Sarolangun,Cek Endra, dalam sambutannya menjelaskan, potensi lahan pertanian di Kabupaten Sarolangun hampir 10 ribu Ha dan yang sudah tergarap baru 5 ribu Ha, itupun masih banyak dengan pola pengelolaan tradisional yang tidak menggunakan pupuk.
Bupati mengemukakan, potensi pertanian tersebut bisa digarap dengan biak jika irigasinya dibangun dan berfungsi dengan baik. Untuk itu, kata bupati, Dam Kutur dan Dam Batang Asai harus didukung pembangunannya agar bisa direalisasikan pembangunannya.
Guna menunjang maksimalisasi pembangunan sektor pertanian, bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah membuat program Satu Desa Satu Penyuluh, walaupun sebenarnya dengan program tersebut pun, Kabupaten Sarolangun masih kekurangan penyuluh pertanian.
Terkait pembangunan dan peresmian SMK N 14 Sarolangun, bupati mengucapkan terimakasih kepada gubernur atas pendirian sekolah tersebut, sehingga orang Batang Asai tidak harus ke Kota Jambi atau keluar Batang Asai untuk menyekolahkan anak ke SMK. "Yang paling sulit adalah menyiapkan guru spesifik jurusan, seperti mempersiapkan guru untuk jurusan Pertambangan di SMK N 1 Sarolangun," ungkap Cek Endra.
Cek Endra juga mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor, yakni beasiswa bagi anak-anak SLTA Sarolangun yang prestasi akademisnya bagus. "Tahun lalu, 15 orang dari 64 pelamar dari Sarolangun yang dapat beasiswa di IPB dan tahun sebelumnya 10 orang," jelas Cek Endra.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, H.Rahmad Derita, dalam laporannya menyampaikan, bertepatan dengan hari bersejarah, Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), diresmikan penggunaan SMK Negeri 14 Kabupaten Sarolangun
Rahmat Derita mengatakan, pembangunan SMK N 14 ini merupakan terobosan dalam pendidikan yang dilakukan oleh gubernur, ditengah desa terpencil dibangun SMK, sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rahmat menyatakan bahwa masyarakat Kecamatan Batang Asai sangat antusias dengan adanya SMK N 14 tersebut.
"Hari ini, gubernur mendekatkan sekolah dengan pemukiman masyarakat, sehingga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat," jelas Rahmat Derita.
"Sekolah ini merupakan janji gubernur pada tahun 2013, dibangun tahun 2014, dan Juni 2015 akan menerima siswa baru," lanjut Rahmat Derita.
Rahmat Derita menuturkan, rencana awal anggaran untuk pembangunan gedung SMK N 14 Rp1,7 miliar, namun kontraktor bisa menyelesaikannya dengan dana Rp1,59 miliar, yang dikerjakan oleh putra daerah Sarolangun, CV Permata Antar Nusa, dan sudah dilengkapi dengan meubelernya, sementara SMK N 12 Kabupaten Sarolangun, Desa Maribung Kecamatan Limun, awalnya direncanakan dengan anggaran Rp1,6 miliar, namun kontraktor bisa menyelesaikan pembangunannya dengan dana Rp1,450 lengkap dengan meubelernya.
Rahmat Derita mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang menghibahkan tanah untuk pwmbangunan 3 kelas SMK N 14 Sarolangun jurusan Perikanan dan Pengembangan Energi dan Mineral. "Tahun ini, sudah ada 56 orang murid yang mendaftar untuk masuk SMK N 14 Sarolangun," sebut Rahmat Derita.
Mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Harlik dalam laporannya menjelaskan program pertanian dari Pemerintah Provinsi Jambi di Kabupaten Sarolangun.
Harlik mengungkapkan, salah satu permasalahan dalam optimasi pertanian di Batang Asai adalah sulitnya pupuk sampai di Batang Asai, namun hanya sampai di Limun.
Perwakilan Marga Masyarakat Batin Pangambang, Subudri, dalam sambutannya menyatakan terimakasih kepada gubernur atas dibangunnya jalan Batang Asai, meskipun masih banyak yang belum selesai dibangun, serta pemberian mobil ambulans.
Subudri menyampaikan permintaan kepada Gubernur Jambi dan Bupati Sarolangun, yakni pembangunan jalan sampai Desa Muara Air Duo, pembangunan jembatan, dan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 500 meter.(Tim-JT)
Dalam peresmian SMK N 14 Kabupaten Sarolangun tersebut, juga diresmikan SMK N 12 Kabupaten Sarolangun, yang lokasi sekolahnya di Desa Maribung Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, namun prasasti peresmiannya ditandatangani oleh gubernur di SMK N 14 Kabupaten Sarolangun.
Sebelumnya, gubernur dan Bupati Sarolangun melakukan panen raya padi secara simbolis di Desa Batin Pangambang, Kecamatan Batang Asai.
Gubernur mengungkapkan, sejak dilantik jadi Gubernur Jambi, dirinya memikirkan dan mengupayakan penambahan SMK, sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang terampil untuk memasuki dunia kerja. Dan, pembangunan SMK N 14 dan SMK N 12 Kabupaten Sarolangun, termasuk didalamnya.
Gubernur menyatakan, ketika melihat anak-anak kecil dan anak-anak sekolah, dia sering berpikir apa pekerjaan anak-anak tersebut kelak, agar anak-anak tersebut jangan menganggur.
Gubernur mengatakan, para alumni SMK diproyeksikan untuk memikili keterampilan, jadi lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga mengurangi jumlah pengangguran.
"SMK ini sangat penting untuk tenaga kerja. Generasi kami menyiapkan, yang menikmati generasi berikutnya. Investasi pendidikan jangka panjang," ujar gubernur.
Menanggapi permintaan dan harapan masyarakat agar jalan ke Kecamatan Batang Asai sampai ke Desa Muara Air Duo dibangun, gubernur mengungkapkan, sedianya sejak awal masa kepemimpinannya, dirinya sudah memikirkan untuk membangun 3 jalan dengan pola anggaran multi years (tahun jamak), yakni Jalan Batang Asai, Jalan Kerinci, dan Jalan Jangkat, namun karena keterbatasan anggaran, Jalan Batang Asai belum di-multi years-kan, namun tetap dibangun dengan dana reguler tahunan.
Gubernur mengemukakan, tahun 2016 jalan Batang Asai di-multi years-kan, serta mengusulkan agar jalan tersebut jangan hanya diaspal biasa, namun diusahakan untuk dirigid beton, paling tidak untuk spot-spot tertentu.
Dikatakan oleh gubernur, Jalan Simpang Pauh - Betung Bedarah - Margoyoso serta Jalan Ujung Jabung akan dibangun. Selain itu, gubernur juga mengatakan bahwa pada tahun 2015 ini, sepanjang 393 Km jalan provinsi ditarik menjadi jalan nasional yang dimuat dalam SK Menteri PU, dengan demikian Pemerintah Provinsi punya tambahan saving anggaran.
Mengenai pembangunan sektor kelistrikan, gubernur menyatakan, tahun ini Pemerintah Provinsi Jambi membangun PLTMH di Tangkui 30 ribu watt, PLTU 2 X 320 MW di Guntur, dan di Tebo 2 X 200 MW, serta eksplorasi geothermal di Kerinci.
Pada kesempatan tersebut, gubernur memberikan bantuan secara simbolis dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi kepada perwakilan kelompok-kelompok tani Kecamatan Batang Asai berupa: insektisida, rodentisida, jaring babi, dan bibit padi.
Selanjutnya, gubernur membuka plakat nama SMK N 14 Kabupaten Sarolangun sebagai pertanda diresmikannya sekolah tersebut.
Bupati Sarolangun,Cek Endra, dalam sambutannya menjelaskan, potensi lahan pertanian di Kabupaten Sarolangun hampir 10 ribu Ha dan yang sudah tergarap baru 5 ribu Ha, itupun masih banyak dengan pola pengelolaan tradisional yang tidak menggunakan pupuk.
Bupati mengemukakan, potensi pertanian tersebut bisa digarap dengan biak jika irigasinya dibangun dan berfungsi dengan baik. Untuk itu, kata bupati, Dam Kutur dan Dam Batang Asai harus didukung pembangunannya agar bisa direalisasikan pembangunannya.
Guna menunjang maksimalisasi pembangunan sektor pertanian, bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah membuat program Satu Desa Satu Penyuluh, walaupun sebenarnya dengan program tersebut pun, Kabupaten Sarolangun masih kekurangan penyuluh pertanian.
Terkait pembangunan dan peresmian SMK N 14 Sarolangun, bupati mengucapkan terimakasih kepada gubernur atas pendirian sekolah tersebut, sehingga orang Batang Asai tidak harus ke Kota Jambi atau keluar Batang Asai untuk menyekolahkan anak ke SMK. "Yang paling sulit adalah menyiapkan guru spesifik jurusan, seperti mempersiapkan guru untuk jurusan Pertambangan di SMK N 1 Sarolangun," ungkap Cek Endra.
Cek Endra juga mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor, yakni beasiswa bagi anak-anak SLTA Sarolangun yang prestasi akademisnya bagus. "Tahun lalu, 15 orang dari 64 pelamar dari Sarolangun yang dapat beasiswa di IPB dan tahun sebelumnya 10 orang," jelas Cek Endra.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, H.Rahmad Derita, dalam laporannya menyampaikan, bertepatan dengan hari bersejarah, Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), diresmikan penggunaan SMK Negeri 14 Kabupaten Sarolangun
Rahmat Derita mengatakan, pembangunan SMK N 14 ini merupakan terobosan dalam pendidikan yang dilakukan oleh gubernur, ditengah desa terpencil dibangun SMK, sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rahmat menyatakan bahwa masyarakat Kecamatan Batang Asai sangat antusias dengan adanya SMK N 14 tersebut.
"Hari ini, gubernur mendekatkan sekolah dengan pemukiman masyarakat, sehingga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat," jelas Rahmat Derita.
"Sekolah ini merupakan janji gubernur pada tahun 2013, dibangun tahun 2014, dan Juni 2015 akan menerima siswa baru," lanjut Rahmat Derita.
Rahmat Derita menuturkan, rencana awal anggaran untuk pembangunan gedung SMK N 14 Rp1,7 miliar, namun kontraktor bisa menyelesaikannya dengan dana Rp1,59 miliar, yang dikerjakan oleh putra daerah Sarolangun, CV Permata Antar Nusa, dan sudah dilengkapi dengan meubelernya, sementara SMK N 12 Kabupaten Sarolangun, Desa Maribung Kecamatan Limun, awalnya direncanakan dengan anggaran Rp1,6 miliar, namun kontraktor bisa menyelesaikan pembangunannya dengan dana Rp1,450 lengkap dengan meubelernya.
Rahmat Derita mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang menghibahkan tanah untuk pwmbangunan 3 kelas SMK N 14 Sarolangun jurusan Perikanan dan Pengembangan Energi dan Mineral. "Tahun ini, sudah ada 56 orang murid yang mendaftar untuk masuk SMK N 14 Sarolangun," sebut Rahmat Derita.
Mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Harlik dalam laporannya menjelaskan program pertanian dari Pemerintah Provinsi Jambi di Kabupaten Sarolangun.
Harlik mengungkapkan, salah satu permasalahan dalam optimasi pertanian di Batang Asai adalah sulitnya pupuk sampai di Batang Asai, namun hanya sampai di Limun.
Perwakilan Marga Masyarakat Batin Pangambang, Subudri, dalam sambutannya menyatakan terimakasih kepada gubernur atas dibangunnya jalan Batang Asai, meskipun masih banyak yang belum selesai dibangun, serta pemberian mobil ambulans.
Subudri menyampaikan permintaan kepada Gubernur Jambi dan Bupati Sarolangun, yakni pembangunan jalan sampai Desa Muara Air Duo, pembangunan jembatan, dan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 500 meter.(Tim-JT)

