Harga Jengkol Meroket Tajam
The Jambi Times - Bangko - Para konsumen penikmat lalapan jengkol mulai resah. Pasalnya harga
jengkol di Bumi Tali Undang Tambang Teliti meroket tajam.
Saat ini harga jengkol naik mencapai 100 persen. Pantauan The Jambi Times, di pasar bawah ,Selasa (12/05/2015), keberadaan jengkol semakin langka.
"Emang sekarang jengkol kurang beredar dipasaran, kalau pun ada kami jual dengan harga tinggi," ujar rosnah, salah seorang pedagang, kemarin (12/5).
Dia menambahkan, saat ini dirinya menjual jengkol sekitar Rp 35-36 Ribu perkilonya. Sebelumnya biasa ia menjual dengan harga Rp 14 Ribu perkilo.
"Saat ini saya jual Rp 35 Ribu, biasanya hanya 15 ribu. Mau tidak mau ya kita naikkan harganya." tegasnya.
Dari mana ia memasok jengkol, Rosnah mengatakan kalau jengkol yang ia jual dipasok dari Bengkulu."Karena pasokan sedikit dan permintaan meningkat jadi harga jengkol langsung meroket," lanjutnya.
Kenaikan harga jengkol dipasaran sangat berdampak pada para pedagang nasi ampera. Sides salah seorang pedagang yang memang menyediakan menu sambal jengkol mulai mengeluh. Kata uda sides -sapaan akrabnya- dengan tingginya harga jengkol mau tidak mau dia harus menaikkan harga dagangannya. Karena harga biasa sudah tidak lagi pantas.
"Dalam satu porsi biasa saya jual Rp 15 Ribu, karena harga jengkol naik jadi saya naikkan menjadi Rp 18 ribu, itu pun porsinya sedikit berkurang." tegasnya.
Dia mengaku kaget dengan tingginya harga jengkol. Pasalnya, harga jengkol sudah melebihi harga ayam potong. "Sekilo jengkol Rp 35 Ribu, sedangkan ayam potong Rp 28 Ribu perkilonya," ungkapnya.
Dirinya pun berharap agar harga jengkol kembali normal. Karena jengkol memang menu utama dagangan saya bisa terancam." tandasnya.(lik)
