Pendemo Serang Rumah Dinas Bupati Al Haris
The Jambi Times - Bangko - Puluhan pendemo serbu rumah dinas Bupati Merangin, berapa tuntutan tidak mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Merangin.
Terkait akta 44 tidak pernah ada kaitan dengan STKIP, Penyerbuan pun dimulai setelah pendemo melakukan orasi didepan kantor bupati, namun tidak ada tanggapan sama sekali dari pemerintah merangin.
Setelah melakukan orasi berapa jam namun tidak ada tanggapan dari pemerintah, karena ada berapa isu beredar bupati merangin Al Haris akan berakat menuju Padang. Mendapat informasi bawah bupati tidak akan datang menememui mereka.
Maka gerakan pendemo pun serbu rumah dinas bupati, mengunakan Motor, sesampai dirumah dinas bupati, aksi bentrok pun dipicu dari Satpol Pp, yang tidak terima pendemo masuk kerumah dinas.
Hingga pagar rumah dinas Bupati merangin roboh akibat saling dorong Satpol Pp dan sejumlah pendemo.
Tidak berapa kamudia bentrok pun dapat dikendali. Bahwa bupati merangin menerima meminta pendemo untuk bertemu dengannya.
Diungkapkan Joni salah pendemo, menjelaskan pemerintah harus benar benar menuntaskan polemik STKIP ini, jika tidak ada titik terangnya nantinya maka demo terus dilakukan.
"Pemerintah harus serius menuntaskan polemik STKPI ini, jika tidak diselesaikan maka pendidikan merangin akan terpuruk dari dunia pendidikan. Ditambah lagi orang tua kami, yang susah mencari uang kuliah, " tegas Joni Kemarin (16/2/2015).
Sementara Bupati Merangin Al Haris langsung Menanggapi polemik STKIP, kemarin (16/2). Hal itu diungkap bupati merangin saat bertemu dengan pendemo diruang rumah dinas bupati, mengatakan masih menunggu hasil dari tim sembilan.
Menurut bupati merangin hasil yang disampaikan dari kemenkumhan tidak bisa diterima secara lisan, harus surat diterima pemerintah secara tertulis baru pemerintah akan menanggapinya dengan serius.
"Sekarang kita masih menunggu, hasilnya dari tim sembilan bagaimana proses STKIP ini, " ungkap Bupati Merangin Al Haris Kemarin, (16/2/2015).
Selain itu juga jelas Haris akan memanggil kedua mantan bupati merangin Imron dan pak rotani kerumah dinas nantinya untuk menuntaskan STKIP.
"Nanti kita undang pak Imron dan pak Rotani untuk membicarakan persoalan STKIP ini, bagaimana penjelasan kedua nantinya kita akan terima, " ujar Bupati Al Haris.
Setelah mendapat keterangan dari bupati merangin Al Haris, maka pendemo pun membubarkan diri, dan pertemuan pun akan dilanjutkan pada hari Rabu pada pukul 15.00, untuk menuntaskan pelomik STKIP ini. (lik)
