Warga Pemuncak Siapkan Kotoran Sapi,Bensin dan Air Cabe
The Jambi Times - Sarolangun -Ratusan Warga desa Pemuncak kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG),Kembali menolak pembangunan Bendung,yang rencanakan bakal di bangun di desa tersebut.
Dan penolakan warga tersebut dilakukan,dengan cara menghadang Tim Terpadu pembebasan lahan yang terdiri dari asisten I,Camatn CNG ,kapolsek Limun dan danramil limun serta staf balai pengairan propinsi jambi,dengan cara menyiapkan kotoran sapi,dan juga pasir dengan di campur air cabe,dan juga bensin,yang di siapkan oleh warga jika Tim datang untuk melakukan penyelesaian pembangunan bendung.
Seperti yang di sampaikan oleh Pri salah satu warga CNG,kepada harian ini mengatakan bahwa,sejumlah warga masih menolak pembangunan bendung,yang di prorgamkan oleh pemerintah pusat.
‘’Warga masih menolak pembangunan bendung,padahal ini merupakan program pemerintah untuk,tujuan meningkatkan sektor pertanian’ dan juga program untuk ketahanan pangan ’jelasnya.
Bahkan dengan kedatangan Menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PU-Pera),Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu,namun hingga saat ini belum ada dampak warga menerima penyelesaianya.
‘’kita tau bahwa menteri PU-Pera pernah datang,namun nyatakan hingga saat ini belum juga ada dampaknya,apakah pemerintah daerah yang tidak serius atau bagaimana’’katanya.
Pri juga mengatakan bahwa,warga sempat menyerang Tim terpadu dengan menyemprotkan air cabe,ke arah Camat CNG,namun aksi tersebut bisa di redam.
‘’Warga juga sempat menyerang Tim terpadu,namun bisa di redam dan saat ini kami sudah kembali kerumah masing masing’’katanya.
Sementara itu menurut Kapolsek Limun,saat di konfirmasi mengatakan bahwa,pihaknya belum bisa masuk,sebab warga menolak,kedatangan petugas,dan menimbang dampak yang bakal timbul,kapolsek dan juga anggotakan kemudian belik kepolsek Limun.
‘’Kami tidak bisa masuk,sebab warga menolak kedatangan kami,dan jika kami paksakan kita takut dampakanya meluas,dan kami terpaksa balik ke polsek saja dulu’’tegasnya.
Terpisah Asisten I Arief Ampera,saat di konfirmasi mengatakan bahwa,Tim terpadu terpaksa mundur,sebab penolak warga masih terjadi,dan dirinya akan melaporkan terlebih dahulu kepada Bupati sarolangun,guna mencari solusi terbaik terkait masalah pembangunan bendungan.
‘’Kita terpaksa balik lagi,sebab ada penolakan yang dilakukan oleh segilintir warga,sebab mereka sudah menyiapkan kotoran sapi,dan juga pasir yang di campur air cabe,anehnya warga yang menolak bukan pemilik,dan ini akan saya laporkan dulu ke Bupati sarolangun’’ujarnya.
Di tegaskan juga jika memang ada penolakan,segala keputusan akan di berikan Bupati sarolangun,apakah akan di lanjutkan pembangunan bendungan atau tidak.
‘’Semua keputusan akan di kordinasikan dengan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat,sebab di lanjutkan atau tidak itu merupakan keputusan pemerintah juga,kalau kita akan terus berupaya untuk meneruskan program pemerintah pusat,sebab dampak untuk kesejahteraan masyarakat cukup luar biasa,sarolangun akan rugi jika ini mandeg’’tegasnya.
Musdianto dari Balai Daerah alisan sungai wilayah enam sumatera,menegaskan bahwa,jadi atau tidaknya pembangunan Bendung,itu tergantun menteri Pu-Pera,namun jika tidak jadi pihaknya sangat menyayangkan.
‘’Kalau jadi atau tidak itu keputusanya ada di tangan menteri PU-Pera,sebab ini masuk program ketehanan pangan yang di canangkan Presiden Jokowi,dan jika gagal tentu saja masyarakat sarolangun yang merugi tentunya,kalau kami sudah melakukan kajian teknis,dan jika ini harus di pindahkan tentu harus melalui beberapa tahap kajian lagi’’tandasnya.
Seperti di beritakan sebelumnya,bahwa rencana pembangunan Bendung yang bakal bisa mengairi 5000 Ha,lahan sawah dan jika teralisasi maka propinsi jambi bisa swasembada beras,(dar)