Jabatan Eksklusif di Polri Diduga Picu Budaya Setoran
The Jambi Times - Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melihat ada jabatan eksklusif di tubuh Polri. Hal itu diduga memicu maraknya praktik setoran dari bawahan kepada atasannya.
"Jabatan-jabatan tersebut tidak diperoleh dengan mudah, sehingga terjadi persaingan tidak sehat," kata Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrachman saat dihubungi, Selasa (19/11/3013).
Dia mencontohkan jabatan eksklusif di Polri seperti pimpinan di Satuan Lalu Lintas atau Saturan Reserse Kriminal. Dua jabatan itu dianggap sebagai batu loncatan anggota untuk memperoleh karir cemerlang.
Dia menambahkan, biasanya praktik setoran dilakukan karena anggota ingin mempercepat karirnya agar naik atau pindah ke satuan kerja lain. Uang hasil setoran digunakan untuk membiayai keperluan atasannya baik operasional maupun kebutuhan pribadi.
Komisioner Kompolnas lainnya, M Nasser menyatakan, bukan perkara mudah untuk membongkar praktik setoran tersebut. Pasalnya, meski banyak laporan masyarakat terkait hal tersebut namun minim bukti.
"Kabar itu sudah kami dengar, tapi sampai sekarang masih belum ada bukti-bukti yang mendukung. Tolong kasih kami bukti," tegas Nasser.
Nasser mengaku telah mengecek ke lapangan untuk mencari bukti. Namun, hasil investigasi yang diperoleh tak sesuai dengan informasi yang didapat.
Adanya jabatan eksklusif di tubuh Polri dibantah oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie. Dia pun membantah adanya praktik suap yang diberikan bawahan kepada atasan agar bisa menduduki jabatan tertentu atau pindah pada satuan kerja yang diinginkan.
"Saya hampir 30 tahun di Reserse belum pernah saat saya menjabat harus menyerahkan uang. Itu mungkin kasuistis tergantung kepada yang bersangkutan sendiri," pungkas Ronny.Seperti yang di langsir okezone (trk)
