Sejarah Konseling
Oleh: Hamdani
Dunia Pendidikan, khususnya Bimbingan Konseling (BK), belakangan cenderung memiliki prosfeknya yang baik dan berkembang, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.
Kebutuhan terhadap BK ini, relevan dengan kondisi dunia yang makin kompleks terhadap berbagai problematikanya.
Dengan makin berkembangnya Konseling ini, setidaknya membuat orang penasaran, bertanya dan punya rasa ingin tahu, tentang apa itu konseling, dan mulai kapan berdirinya.? Untuk mengupas tentang itu, berikut dituturkan penulis dari berbagai sumber yang relevan.
Era konseling dimulai pada dekade tahun 1900. Saat itu, terjadi reformasi sosial dan pendidikan. Kondisi masyarakat saat itu sedang kurang baik. Disaat itu, di Amerika, juga tengah terjadi pergerakan reformasi.
Para aktivis sosial menentang dan mendesak agar pemerintah lebih humanis dalam memperlakukan masyarakatnya terutama para imigran, kaum miskin, para penganggur termasuk orang yang terganggu secara mental.
Berdasarkan fakta sejarah, sebagaimana dinyatakan oleh Nugent,1994 dalam Gladding 2000, bahwa jane Addams dan Dorothea Dix, adalah orang-orang yang termasuk dalam pergerakan tersebut meskipun mereka bukan konselor.
Sementara tiga orang pionir yang juga patut dicatat karena jasanya dalam membangun arah konseling adalah Frank Parson, Jesse Davis dan Clifford Beer. Frank Parson misalnya, adalah orang yang memfokuskan diri kepada kepentingan konseling dan pengembangan karier para calon penerbang.
Sedangkan Jesse Davis, menekankan pelayanan bagi kepentingan dunia bimbingan konseling disekolahsekolah sebagai suatu ukuran yang mendukung dalam pembentukan kewarganegaraan yang baik. Sedangkan Clifford Beer, mulai mereformasi pergerakan kesehatan mental terutama yang bersifat preventif, seperti sebagaimana memperlakukan individu yang mengalami gangguan emosional.
Ketiga tokoh tersebut telah memantapkan pertumbuhan konseling.
Gagasan-gagasan dan aktifitas mereka dalam tiga bidang keahlian professional tersebut telah menjadi akar bagi munculnya fondasi-fondasi konseling. Secara teoritis, konseling terdiri dari 4 teori utama yakni, Direktiv (E.G. Williamson), Nondirektiv (Carl R Rogers), Psycoanalysis dan Behaviorism. Pada tahun 1950, banyak pendekatan-pendekatan baru diciptakan.
Teori-teori tersebut memberikan kepercayaan terhadap konseling dan diterima oleh masyarakat umum. Frank Parson merupakan orang yang pertama mengadakan gerakan bimbingan pekerjaan (Vocational Guidance Movement) di Boston.
Kemajuan industry di Amerika Serikat mengakibatkan banyak siswa sekolah menengah yang mengikuti pendidikan termasuk mengikuti wajib militer. Parson juga memberikan bantuan terhadap orang muda melalui bantuan bimbingan pekerjaan dan pendidikan serta memberikan layanan bimbingan
dengan menelusuri asfek-asfek internal didalam diri siswa seperti, minat, bakat dan kemampuan.
Menelusuri asfek eksternal yang berada disekitar siswa seperti factor sosial ekonomi,keluarga dan menggali upaya-upaya pengembangan pendidikan dan karier siswa kemasa depan, mengaitkanya dengan masalah lapangan kerja dan pendidikan yang tersedia melalui berbagai informasi.
Buku Parson yang berjudul “Choosing a Vocation”, diterbitkan satu tahun setelah meninggalnya. Buku ini cukup booming di Boston. Dampaknya, gerakan bimbingan pekerjaan (Vocational Guidance), yang dipelopori Parson, saat itu berkembang dengan pesat keberbagai negara bagian di AS. Tokoh lainnya, adalah Jesse B Davis, merupakan orang pertama yang membuat program bimbingan secara sistematik disekolah-sekolah publik.
Munculnya gerakan kesehatan mental (Mental Hygiene Movement), pada awal abad ke-20 menandakan bahwa perkembangan bimbingan semakin menunjukan eksistensinya. Gerakan awal kesehatan mental ini ditandai dengan terbitnya buku “Mind Found Itself” karangan C.W. Beers (1908),. Buku tersebut menekankan mental break down dan mental hospital. Pada tahun 1909 Beers mendirikan The National Committee for Mental Hygiene.
Peran psykologi konseling makin meluas, apalagi munculnya gerakan Psykometrika, yang ditandai dengan munculnya study tentang perbedaan individu(Individual differences), dimana gerakan pertama muncul di Ferancis oleh Alfred Binet. Alfred Binet merupakan pelopor yang pertama kali melakukan pengukuran intelegensi pada tahun 1905 yang dikenal dengan test Binet Simon. Fase berikutnya, adalah berkembangnya konseling dan psikoterapi non-medikal dan nonpsikoanaliti oleh Carl R Roger, dengan bukunya yang terkenal di era tahun 1960-an profesi konseling dirasa terus makin berkembang. Ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya penelitian yang terfokus pada konseling dan ditingkatkannya standar untuk sertifikasi dan kinerja konselor sekolah.
Pada masa ini banyak muncul teori-teori humanistic yang baru seperti Abraham Maslow, Dugald Arbukle dan Sidney Jourad. Selain itu, terjadi juga pergeseran paradigma dari konselling individual menjadi konseling kelompok, serta berdirinya Community Mental Healt Centers Act (CMHCA). Dan untuk pertama kalinya, kode etik konselor ketika itu dipublikasikan.
Dengan kemajuan yang cukup signifikan tersebut, dimasa mendatang konseling diyakini akan terus menunjukan eksistensinya sebagai salah satu profesi yang akan banyak memberikan kontribusinya terhadap penanganan berbagai problematik yang dialami baik ditingkat peserta didik maupun bagi masyarakat luas.
Semoga.
Penulis: Guru BK SMAN2 Kota Jambi
