KPAI; Anak Korban Perdagangan Orang Butuh Layanan Rehabsos Yang Memulihkan
The Jambi Times, BANDUNG| Tahun
2019 jumlah kasus TPPO /Anak Dan Eksploitasi hingga bulan Agustus
mencapai 154 kasus. Trend mutakhir anak masuk dalam jaringan TPPO dapat
dilihat melalui perluasan modus-modus yang berakibat pada tindak pidanan
perdagangan orang. Penyalahgunaan teknologi informasi menjadi salah
satu pemicu perdagangan anak, seperti penjualan bayi yang kini
menggunakan media social dan maraknya prostitusi online di kalangan
remaja.
Kemudian meningkatnya eksploitasi seksual komersial anak (ESKA)
di destinasi tujuan wisata yang awalnya dipekerjakan kemudian
dieksploitasi, praktek prostitusi di hunian modern (apartemen) terutama
di kota-kota besar, kemudian anak laki-laki yang menjadi korban ESKA,
dan prostitusi berkedok perkawinan (pengantin pesanan, perkawinan siri,
dan kawin kontrak). Yang harus diwaspadai adalah munculnya pola
pergeseran anak korban dibuat menjadi pelaku dalam TPPO.
Dari
pemantauan KPAI, kasus-kasus TPPO pada tahun 2018-2019 yang menyita
perhatian publik di beberapa tempat sebagai berikut ;salah satu
Apartemen di Surabaya, Karaoke di Bali, Apartemen Jakarta, dan tempat
hiburan di Situbondo dengan jumlah korban lebih dari 3 orang yang
rata-rata mereka datang dari berbagai Kota/ kabupaten di Jawa Barat.
Salah
satu mandate KPAI yakni pengawasan pada anak dalam situasi yang
membutuhkan Perlindungan khusus yang salah satunya adalah anak korban
perdagangan Dan eksploitasi agar mendapatkan penanganan dari para
pemangku kepentingan hingga pulih dan anak dapat kembali pada
kehidupannya secara wajar. Penanganan di hilir adalah rehabilitasi
sesuai dengan Perpres uraian Gugus Tugas TPPO No 69 tahun 2008 yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Dan Pemerintah Daerah.
Ai Maryati Solihah Komisioner KPAI Bidang Trafficking Dan Eksploitasi, Untuk
itu KPAI berkoordinasi dengan beberapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat
dalam menyampaikan hasil-hasil pengawasan dan mendorong sinergi para
penyelenggaraan rehabilitasi anak korban TPPO, eksploitasi seksual dan
pekerja anak dalam memperkuat komitmen upaya pemulihan yang terintegrasi
dengan pemenuhan hak anak. Rapat Koordinasi ini dilaksanakan pada
tanggal 28 sd 30 Oktober 2019 di Hotel Aston Braga yang di buka oleh
Gubernur Jawa Barat (masih tentative*) dan Ketua KPAI di di Bandung Jawa
Barat pada Senin malam tanggal 28 jam 19.00 WIBB.
Upaya
menuju rehabilitasi yang memulihkan pada anak korban TPPO bertujuan
agar pemenuhan hak anak dapat tercapai Dan menjadi bagian pola
rehabilitasi TPPO di berbagai tempat penyelenggara. Harapannya seluruh
penanganan pada anak-anak korban dapat tertangani dengan cepat, tepat,
terkoordinir dengan baik, terpenuhinya layanan kesehatan terutama
kesehatan reproduksi, terselamatkan Dan terpenuhinya hak Pendidikan
korban, terpenuhinya hak pengasuhan dan reintegrasi dengan keluarga,
pendampingan hukum, terpenuhinya hak restitusi, Serta tercapainya
pemberdayaan korban dan memastikan tidak ada bullying dan stigmatisasi
di lingkungan masyarakat pasca rehabsos.
Dan anak dapat berdaya terputus dari rantai TPPO Dan tidak pernah kembali pada dunia seperti itu lagi.