Soal Karhutla di Muaro Jambi, Gubernur Turun dan akan Panggil Pemilik Perusahaan



The Jambi Times, MUAROJAMBI | SETELAH mengelar Rapat koordinasi (Rakor) Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di rumah Dinas Gubernur Jambi pada  Kamis 19 September 2019 yang lalu yang dihadiri kepala daerah, Polri dan TNI.

Gubernur Jambi Fachrori Umar, Jum'at (21/09/2019) bersama kepala daerah di Kabupaten Muaro Jambi turun kelokasi kebakaran  hutan dan lahan yang terjadi di desa Betung Kecamatan Kumpe Ilir Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi.

Area yang terjadi kebakaran ini masih diwilayah perusahaan milik PT. PDI, PT. Bara Eka Prima (BEP) dan PT. Pesona. Belantara Persada  (PBP), Tiga Perusahaan ini yang diindikasi lahanya mengalami kebakaran.

Petugas tim Karhutla terus berupaya untuk memadamkan api di kawasan ini.

Pihak Polres Muaro Jambi sudah memangil perusahaan tersebut untuk diminta keterangannya. Perusahaan yang sudah di panggil adalah  PT.BEP dan PT. SMP.


" Kami turun ke  desa ini di Kabupaten Muaro Jambi karena area yang cukup luas terbakarnya dan langsung mengecek bersama.' kata Gubernur.

 Kata Fachrori Umar lagi," Pihak perusahaan akan segera di panggil untuk klarifikasi soal kebakaran ini'.

Berdasarkan  yang sudah di himpun beberapa media, Areal PT Pesona Belantara Persada berada di Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. PT Pesona mengantongi SK Menhut No. SK.674/Menhut-II/2010 Tanggal 8 Desember 2010 dengan areal seluas 21.315 hektar.

Di sebelah areal HPH PT Pesona  Belantara Persada adalah perkebunan sawit PT Ricky Kurniawan Kertapersada (RKK), salah satu anak perusahaan PT Matahari Kahuripan Indonesia yang disingkat PT Makin Group. Kemudian berbatasan pula dengan areal sawit PT Bara Eka Prima (BEP).

Di sebelah areal HPH PT Pesona adalah perkebunan sawit PT Ricky Kurniawan Kertapersada (RKK) salah satu anak perusahaan PT Matahari Kahuripan Indonesia yang disingkat PT Makin Group.

Kemudian berbatasan  dengan areal sawit PT Bara Eka Prima (BEP). Apakah masih yang lama Pimpinan PT PBP yaitu  Arifin alias Apen. The Jambi Times sudah menghubungi namun masih terkendala. hingga berita ini diturunkan.

Kasus Pembakaran  hutan dan lahan hingga ke ilegal loging di daerah ini sebenarnya sudah belangsung cukup lama, beberapa media  pun sudah mempublikasikan masalah ini namun masih belum seriusnya Pemerintah dan penegak hukum  ini. (in)