Charli Li'an Anggota DPRD Rote Ndao Kesal , Direktur RSUD Ba'a Menutupi Kesalahan


ROTE NDAO | Sikap tegas ditunjukan para anggota Komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao, Charli Li'an karena kesal kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Ba'a dan staf Dinas Kesehatan yang berada di ruang komisi B yang menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (12/12/2018) pagi terkait kematian balita pasien yang di rujuk.

RDP dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi B,Nur Yusak Ndu Ufi  dan anggota Komisi memerintahkan, Direktur RSUD Ba'a untuk menghadirkan petugas loket poli, pasalnya penjelasan dari Direktur RSUD Ba's terkesan ingin menghindar dari kesalahan  alhasil RDP hari ini tidak mendapatkan kesimpulan.

“Kita komisi B tegas dan berkomitmen jika pak direktur tidak hadirkan petugas loket maka RDP ini akan kami lanjutkan ke aparat penegak hukum.

Pasalnya kami di sini ingin mengetahui secara jelas kronologi persoalan kematian Bai yang dirujuk itu sebab nyawa manusia, apalagi pelayan RS Ba'a akhir -  akhir ini sangat bobrok terkait pasien rujukan dan ini bukan baru sekali terjadi di RS Ba'a bahkan sudah berulang kali sehingga pembenahan ini sangatlah penting sekali, dan kami tidak akan main main soal  kejadian yang menimpa masyarakat demikian dikatakan Carly Lian anggota DPRD asal organisasi politik PPP ini.

Kita mau rapat evaluasi soal kinerja tim medis, yang benar - benar menghasilkan jalan keluar yang terbaik agar kedepan tidak ada lagi yang menjadi korban akibat ulah para pekerja medis yang tidak becus di Rumah Sakit Umum Daerah maupun di puskesmas di kecamatan dan desa- desa sehingga yang kami inginkan adalah keterbukaan dan kejujuran terang Charli.

Maka pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Dr Suardi, mengucapkan atas nama keluarga besar Dinas Kesehatan menyampaikan turut Berbela Sungkawan kepada keluarga besar pasien Kaisar Idris Loe tentunya terlepas dari benar atau tidaknya kelalaian dari pihaknya, dan juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan pasien sudah merasakan tidak diperlakukan secara baik namun satu hal dalam memberikan pelayanan kami sama sekali tidak ada maksud membeda - bedakan dalam menjalankan tugas semua sama.

" Selain itu beliau juga memberikan apresiasi atas langkah yang sudah di lakukan oleh para anggota DPRD dalam hal ini, Komisi B karena ini merupakan satu evaluasi pembenahan kinerja yang sangat penting dan apabila dalam penyampaian kronologis kejadian ini kami memang bersalah atau lalai maka kami tidak akan menutupinya", ucap Kadis Kesehatan dengan suara lembut.

Sementara hal yang berbeda di sampaikan oleh Direktur RSUD Ba'a Dr Ady, pihaknya mengatakan," Bahwa menurut pengakuan dari stafnya yang berada dan melayani di loket pada saat itu bahwa ibu pasien Kaisar Idris Loe saat itu hanya datang meminta rujukan ke Kupang dan tidak membawa pasien, kemudian petugas loket meminta ibu pasien untuk menunggu dan mengambil nomor antrian namun ibu pasien ngotot berangkat ke Kota Kupang dan akhirnya di ijinkan oleh petugas loket tanpa surat rujukan dari RSUD Ba'a Rote.

Pernyataan Ady  selaku doktor tersebut mendadak membuat suasana dalam ruang komisi memanas, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, mendadak marah dan mengeprak meja, meminta alasan mengapa petugas loket membiarkan ibu pasien membawa anaknya rujuk ke RS Kota Kupang tanpa surat rujukan, sebab menurut Mika Manu, apabila pihak keluarga ngotot untuk merujuk pasien ke Kota Kupang tanpa surat rujukan lanjut maka seharusnya pihak RSUD Ba'a tidak boleh membiarkan dan harus memberi penjelasan secara baik dan benar agar bisa dipahami oleh keluarga pasien, sebab pasien telah mengantongi surat rujukan dari pihak Puskesmas Oelaba bukan serta merta di biarkan dan ini jelas merupakan kelalaian dari petugas loket untuk itu pihaknya meminta agar RDP ini di agendakan kembali dan menghadirkan petugas loket dan juga ibu korban agar di ketahui secara jelas duduk persoalanya karena kejadian serupa bukan baru pertama kali terjadi, apalagi penjelasan dari Direktir RSUD Baa terkesan ingin menutupi kelalaian stafnya sebab berbeda dengan keterangan ibu Pasien .

Rapat dengar pendapat kemudian di tutup dan sama sekali tidak membuahkan hasil sama sekali, kesimpulan dan akan di agendakan kembali dengan menghadirkan kedua belah pihak termasuk ibu pasien dan petugas loket.

Reporter: Dance Henukh