Di Merangin Ada Kanjeng Suwardi Pengganda Uang
THE JAMBI TIMES - MERANGIN - Bukan
hanya di Jawa Timur yang bisa mengganda uang, malah di merangin seorang
buruh bangunan Surwardi (53) warga Merangin, terpaksa diamankan, karena
bisa mengganda uang.
Terungkapnya, pengakuan setelah Suwardi
(53), ditangkap anggota Polsek Bangko, Merangin. Dia mengaku bisa
menggandakan uang. Uang yang sudah diraupnya lumayan banyak, mencapai Rp
400 juta uang.
Tertangkapnya pelaku atas adanya laporan tiga orang orang korban melaporkan kepihak kepolisian, karena telah merasa ditipu.
Laporan tersebut masuk ke Polsek Bangko. Mendapat laporan itu, polisi langsung membekuk Suwardi, di kediamannya.
Hal
dibenarkan Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga melalui Kapolsek
Bangko, Iptu Didih Engkas, dia mengatakan adanya penangkapan itu.
Suwardi kini ditahan di Polsek Bangko guna menjalani pemeriksaan.
Aksi warga Dusun Bangko ini hanya bermodal mulut manis. Dia berhasil menipu tiga korban sekaligus.
Mulanya,
pelaku dan korban sudah saling kenal. Suwardi mengaku mendapat wahyu
dan bisa menggandakan uang berapapun yang diinginkan.
Terperdaya
rayuan Suwardi, ketiga korban tertarik. Sebelum menggandakan uang,
Suwarid meminta sejumlah syarat untuk melakukan ritual di rumahnya.
Para
korban mentransfer uang yang ingin digandakan secara bertahap hingga
total jumlahnya sampai Rp 400 juta. Selain transfer, uang juga
diserahkan secara tunai. Ritual penggandaan uang dilakukan di sebuah
kamar di rumah Suwardi.
Dalam ritual itu, seluruh korban
dimandikan dengan air yang sudah dijampi-jampi. Seluruh identitas korban
dimasukkan ke dalam gentong yang sudah disiapkan.
Selang satu
minggu, uang yang dijanjikan tidak kunjung datang. Uang yang dikirim
para korban pun sudah tidak ada lagi di rekening Suwardi.
Setelah
itu jajaran polsek kota menggeledah rumah Suwardi hanya menemukan dua
guci kecil dan buku tabungan milik Suwardi. Awalnya banyak guci, lukisan
dan piring di kamar milik Suwardi itu.
“Kemungkinan pelaku sudah tahu akan dicari polisi. Seluruh barang bukti disembunyikannya,” ungkap Didih.
Kepolisian
setempat terus mengembangkan kasus ini. Diduga aksi Suwardi sudah
lintas provinsi. Kerugian para korban diperkirakan cukup besar. (Kil)
