Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.II )
Efek
ganja terhadap tumor otak
Di antara pengguna ganja, beragam efek yang
dihasilkan, terutama euforia (rasa gembira) yang berlebihan serta hilangnya
konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.
Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi
malas dan otak akan lamban dalam berpikir.
Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak
sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical
marijuana dan marijuana pada umumnya.
Untuk itulah maka ganja tak bisa dijadikan obat untuk
semua manusia, apalagi yang tak suka mabuk. Maka ilmuwan akan membuat efek
mabuk itu menjadi hilang agar semua orang dapat menggunakannya sebagai
penyembuh dan pengobatan berbagai penyakit.
Astroglia
(Astrocytes)
Para peneliti mempelajari bagaimana reaksi tikus
terhadap komponen aktif ganja dan beberapa unsur kimia lain yang mirip.
Perhatian difokuskan kepada reseptor pada sel-sel otak yang bereaksi terhadap
zat kimia yang bernama cannabinoid, sebuah senyawa yang mirip dengan
komponen aktif pada ganja, yaitu Tetrahydrocannabinol (THC). Reseptor
otak yang bereaksi terdapat pada neuron (sel syaraf) dan astroglia atau disebut
juga astrocytes.
Para peneliti tersebut melakukan rekayasa terhadap
tikus untuk melakukan percobaan. Tikus-tikus tersebut dibagi dalam 3 kelompok:
- Kelompok pertama tidak mempunyai reseptor cannabinoid di otaknya
- Kelompok kedua hanya mempunyai reseptor pada neuron (sel syaraf)
- Kelompok terakhir hanya mempunyai reseptor pada astroglia(Bersambaung)
