Fakta Ganja: Obat Masa Depan (Bag.IV)
The Jambi Times - Ganja sudah
dikenal sebagai tanaman obat dan pemulih kesehatan sejak ribuan tahun yang
lampau.
Tikkun Olam, perusahaan yang mengembangkan ganja sintetis ini
memang sengaja tidak membuat efek tersebut. Sebab, mereka memang berniat
membuat hanya mirip secara bentuk, namun kandungan yang berbeda.
“Setelah mencoba ganja sintetis ini, banyak pasien
kami kembali dan mengaku tertipu. Mereka mengira kami memberi semacam plasebo
pada mereka,” kata Tzahi Klein, kepala bagian pengembangan Tikkun Olam, seperti
dikutip Daily Mail, Jumat 1 Juni 2012.
Efek mati rasa yang biasa didapat seseorang saat
mengonsumsi ganja, berasal dari zat THC atau tetra-hydro-cannabinol yang
terkandung di dalamnya.
Para ilmuwan Israel lebih memilih untuk meningkatkan
efek zat yang lebih ringan, yaitu cannabidiol, yang seringkali digunakan
untuk meringankan efek gangguan mental. Di Israel, ganja digolongkan ke dalam
obat-obatan kelas B.
Di negara ini, ilegal bagi warganya untuk memiliki dan
menghisap ganja. Penggunaan daun ini diperbolehkan di Israel untuk tujuan
medis. Tikun Olam adalah salah satu perusahaan Israel yang menumbuhkan ganja
untuk keperluan ini.
Kanker Pankreas hakim kenamaan asal New York ini
berhasil sembuh total berkat ganja
Gustin L. Reichbach, adalah seorang hakim kenamaan
dari New York State Supreme Court, yang juga adalah pengidap kanker.
Beberapa saat lalu, tulisannya di New York Times
tentang pengakuannya menggunakan ganja medis kontan sedikit membuat gempar kota
yang konon katanya tak pernah tidur itu.
Kisah ini merasa perlu diangkat sebagai sebuah artikel
berdasarkan pertimbangan; penyakit, kelainan dan wabah bisa terjadi kepada
siapapun, lintas profesi ataupun usia.
Menyikapi pernyataan-pernyataan yang sang hakim
beberkan terkait profesinya juga keterlibatannya dengan tindak kriminal, dalam
hal ini penggunaan ganja, harusnya bisa sedikit menghapuskan stigma-stigma
buruk tentang pengguna ganja, yang umum diketahui berperilaku buruk dan tidak
menyenangkan.
Juga secara lantang (harusnya) membantah undang-undang
yang mengklasifikasikan ganja sebagai narkotika berbahaya, tanpa nilai medis
sedikitpun.(Bersambung)

