Suherman : LPJK Ibarat Membunuh Anak kandung Sendiri
The Jambi Times - Jambi -Siapa sangka sosok Suherman yang sebelumnya tidak pernah
diperhitungkan dan bakal menduduki kursi Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi
Indonesia (ATAKI) Provinsi Jambi akhirnya kemarin secara Aklamasi terpilih
menjadi ketua ATAKI Provinsi Jambi untuk
periode 2015-2020.
Menurut pria yang juga masih menjabat
sebagai Ketua Forum Jasa Konstruksi
Provinsi Jambi ini tantangan
kedepan khususnya di Provinsi Jambi
masih banyak yang perlu dibenahi terlebih masalah banyaknya Asosiasi Profesi di
provinsi Jambi yang berpindah ke
Asosiasi lain dan ini disebabkan oleh biaya pembuatan SKA dan SKT yang terlalu
mahal.
Berangkat dari itu Suherman menargetkan
kedepannya untuk pembuatan SKA dan SKT ini kita akan melakukan pembinaan dan
pelatihan terhadap tenaga kerja.” Sekarang ini kendalanya mengenai biaya yang
terlalu tinggi dan aliran dananya hanya masuk ke LPJK sementara asosiasi hanya
sekedar verifikasi dan validasi, kalau saya bisa katakan ini sama dengan
defkolektor lahir karena PP No 28 tentang usaha dan peran jasa konstruksi dan
PP No 92 Tahun 2000.” Ungkap Suherman.
Suherman menyampaikan bahwa LPJK yang
sekarang ini diibaratkan seperti orang tua yang tega membunuh anak kandungnya
sendiri apakah ini dalam proses badan usaha atau tenaga kerja yang sesuai
dengan amanat UU, hanya saja ini merupakan transisi dimana yang dulunya
peredaran uang pada asosiasi kini diambil alih oleh LPJK akibatnya sekarang
LPJK banyak pemasukkan.
Ditambahkan Suherman, andai saja proses
pembuatan SKT dan SKA lebih dipermudah maka orang Jambi tidak akan membuat di
luar Daerah, bayangkan jika rata-rata Rp 500.000/SKT/SKA kita sama ratakan saja
jumlahnya pertahun 1000 orang yang membuat SKT/SKA keluar Daerah Jambi sudah
berapa PAD Jambi yang keluar berarti Rp 500.000.000 uang Jambi artinya akan
mengurangi pendapatan Daerah namun ini tidak menyalahi produk hokum mungkin uang Rp 500.000.000 ini bisa beredar
di Provinsi Jambi dan dinikmati oleh orang Jambi.(ras)

