Gubernur : Orang Tua Didik Anak Dasar Agama Kuat
The Jambi Times - Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) menghimbau para orangtua agar mendidik anak
dengan dasar agama yang kuat. Himbauan tersebut disampaikan oleh
gubernur dalam Haflah ke-19 Pondok Pesantren Nurul Iman, Desa Muara
Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (16/5) malam.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan wisuda hafiz dan hafizah Pondok Pesantren Nurul Ilmi.
Gubernur mengungkapkan, satu tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Jambi (tahun 2011), dia menginstruksikan untuk melakukan survei terhadap anak-anak SD yang buta aksara Al-qur'an, dan dari survei tersebut didapat bahwa 35 ribu lebih anak SD di Provinsi Jambi yang tidak bisa baca Al-Qur'an.
Gubernur menyatakan, dalam MTQ tingkat Provinsi Jambi saat itu, dirinya menyerahkan data anak-anak SD buta aksara Al-Qur'an itu kepada para bupati dan walikota se Provinsi Jambi, dengan tujuan merangkul seluruh bupati/walikota se Provinsi Jambi untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an.
"Sekarang, data terakhir dari Kementerian Agama (Provinsi Jambi), tiggal 5 ribu lebih yang buta aksara Al-Qur'an," ujar gubernur.
"Wisuda hafiz dan hafizah malam ini merupakan salah satu jawaban terhadap permasalahan buta aksara Al-Qur'an," lanjut gubernur.
Gubernur mengemukakan, kedepan, tugas mendidik anak-anak semakin sulit, diantaranya permasalahan penggunaan narkoba. "Mari kita kampanyekan perang terhadap narkoba," sebut gubernur.
Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman, Nyai Hj.Raden Ayu Siti Badriah, dalam sambutannya meyatakan, saat ini Pondok Pesantren Nurul Iman telah memiliki tiga cabang, yaitu Nurul Iman 1 di Maro Sebo, Nurul Iman 2 di Pekanbaru, Riau, dan Nurul Iman 3 di Mendalo (khusus untk mahasiswa/i).
Kapolda Jambi selaku Dewan Pembina Pondok Pesantren Nurul Iman, Brigjen Pol. Bambang Sudarisman, dalam sambutannya menekankan sekaligus menghimbau masyarakat untuk memerangi narkoba.
Dalam sambutan tertulis Pembina Yayasan Al-Arif yang berada ditengah Pondok Pesantren Nurul Iman, Letjen Bahrul Ulum yang disampaikan oleh anaknya, Al Jety Bilbina, pada intinya dinyatakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Iman aktif membina para santri untuk membentuk insan yang religius.
Usai penyampaian sambutan-sambutan, Azis Mansyur memberikan tausiah.(Tim-JT)
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan wisuda hafiz dan hafizah Pondok Pesantren Nurul Ilmi.
Gubernur mengungkapkan, satu tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Jambi (tahun 2011), dia menginstruksikan untuk melakukan survei terhadap anak-anak SD yang buta aksara Al-qur'an, dan dari survei tersebut didapat bahwa 35 ribu lebih anak SD di Provinsi Jambi yang tidak bisa baca Al-Qur'an.
Gubernur menyatakan, dalam MTQ tingkat Provinsi Jambi saat itu, dirinya menyerahkan data anak-anak SD buta aksara Al-Qur'an itu kepada para bupati dan walikota se Provinsi Jambi, dengan tujuan merangkul seluruh bupati/walikota se Provinsi Jambi untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an.
"Sekarang, data terakhir dari Kementerian Agama (Provinsi Jambi), tiggal 5 ribu lebih yang buta aksara Al-Qur'an," ujar gubernur.
"Wisuda hafiz dan hafizah malam ini merupakan salah satu jawaban terhadap permasalahan buta aksara Al-Qur'an," lanjut gubernur.
Gubernur mengemukakan, kedepan, tugas mendidik anak-anak semakin sulit, diantaranya permasalahan penggunaan narkoba. "Mari kita kampanyekan perang terhadap narkoba," sebut gubernur.
Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman, Nyai Hj.Raden Ayu Siti Badriah, dalam sambutannya meyatakan, saat ini Pondok Pesantren Nurul Iman telah memiliki tiga cabang, yaitu Nurul Iman 1 di Maro Sebo, Nurul Iman 2 di Pekanbaru, Riau, dan Nurul Iman 3 di Mendalo (khusus untk mahasiswa/i).
Kapolda Jambi selaku Dewan Pembina Pondok Pesantren Nurul Iman, Brigjen Pol. Bambang Sudarisman, dalam sambutannya menekankan sekaligus menghimbau masyarakat untuk memerangi narkoba.
Dalam sambutan tertulis Pembina Yayasan Al-Arif yang berada ditengah Pondok Pesantren Nurul Iman, Letjen Bahrul Ulum yang disampaikan oleh anaknya, Al Jety Bilbina, pada intinya dinyatakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Iman aktif membina para santri untuk membentuk insan yang religius.
Usai penyampaian sambutan-sambutan, Azis Mansyur memberikan tausiah.(Tim-JT)
