News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Kematian Bayi di Bangko Tinggi

Kematian Bayi di Bangko Tinggi


The Jambi Times - Bangko - Angka kematian Ibu dan anak di kabupaten merangin tergolong tinggi dibanding kabupaten lain dalam provinsi Jambi, bahkan kabupaten Merangin berada di urutan kedua tertinggi setelah Kota Jambi.

Demikian dikatakan Andi Pada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, belum lama ini. Namun demikian dia juga mengatakan, jika sebenarnya angka kematian Ibu dan Anak di Merangin ini juga terus mangalami penurunan.
‘’Dilihat penurunan kasus setiap tahunnya, itu sudah kemajuan luar biasa. Tapi dari jumlahnya saat ini masih nomor dua setelah kota Jambi,” kata Andi.
Banyak penyebab tingginya kasus kematian ibu, menurut Andi Pada, mulai dari petugas kesehatan, hingga masyarakat sendiri.

"Penyebabnya banyak, mulai dari petugas dan juga memang banyak ibu yang tidak mau dibawa kepetugas kesehatan. Harapan kita semua ibu hamil ditolong oleh tenaga kesehatan," ujarnya.

Kabupaten Merangin, lanjutnya, banyak desa terpencil dan masyarakatnya masih memegang tradisi persalinan dibantu dukun beranak.

"Para ibu-ibu dukun itu membantu urut-urut mandikan bayi. Ada tugas masing-masing," ucapnya.

Sebab, jelasnya, keberadaan dukun beranak tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan masyarakat kerena merupakan budaya yang berkembang sejak lama.

"Budaya turun menurun itu tidak bisa dipisahkan dari masyarakat dan itu (dukun beranak) diakui dalam kelompok sosial budaya," terangnya.

Ia menekankan, agar pendistribusian tenaga kesehatan benar-benar merata dan hal itu akan dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Catatannya tenaga kesehatan harus profesional dengan tugasnya.

"Bidan harus benar-benas berada dilokasi, karena sering terjadi disaat dibutuhkan tapi bidannya tidak berada ditempat. Itu tidak profesional," jelasnya.

"Selain itu kompetensi bidan atau kemapuan dalam menolong juga diperhatian. Dan itu menjadi tanggung jawab dinas," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Merangin dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satunya nemempatkan bidan di setiap desa (Bides). Karena tradisi masyarakat yang teguh, keberadaan Bides juga belum mampu menekan kasus kematian ibu secara drastis.

Dalam tiga tahun terakhir angka kematian ibu dan anak di Merangin mencapai 36 kasus, dengan riancian tahun 2012 terdapat 16 kasus, 2013 12 kasus dan 2014  8 kasus.

"Meski angkanya terus turun, namun angka 8 di tahun 2014 itu masih dikatagorikan tinggi," ungkap Wakil Bupati Merangin, Khafied Moen.

Untuk menekan angka kasus kematian ibu, Ia meminta agar petugas puskesmas untuk mensosialisasikan ketengah masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama pada ibu-ibu hamil untuk rutin memeriksa kondisinya.

"Petugas puskesmas, baik itu dokter, bidan dan perawat untuk selalu turun memberikan penekanan pada masyarakat dalam rangka menjaga kesehatan, kadang-kadang masyarakat lalai memeriksa kehamilan sejak awal," ucapnya.(lil/foto:ist)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.