Sat Pol PP Kejar Pedagang Musiman
The Jmabi Times - Sarolangun - Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sarolangun, menyisir sepanjang jalan dalam Kota Sarolangun untuk menertibkan puluhan pedagang yang berjualan diatas trotoar kota.
Satu persatu pedagang musiman tersebut diberi surat teguran. Pedagang juga diminta segera memindahkan lapak dagangannya dari zona terlarang tersebut.
"Hari ini kita tertibkan pedang durian di trotoar. Surat teguran telah kami sampaikan kepada pedagang satu persatu, intinya pedangan durian dan yang lain tidak dibenarkan berjualan di trotoar," ujar Tarmizi, salah satu anggota Satpol-PP Sarolangun.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika para pedagang bersedia untuk tidak berjualan di zona terlarang yang ditetapkan.
"Mereka (pedagang) mau mengerti imbauan kita. Tapi kita tidak tau apa nanti mereka akan kembali lagi berjualan disini atau tidak," ujarnya lagi.
Sementara itu, Abdul Mutalib, salah satu warga yang sering melintas di dalam Kota Sarolangun mengaku mendukung penertiban pedagang di trotoar itu.
"Saya sangat mendukung, jangan mencari rezeki dengan mengganggu hak orang lain melintas. Disamping itu sampah durian juga bertebaran di dalam drainase," katanya.
Bahkan menurut Talip menuturkan bahwa dengan kegiatan berjualan,di tengah jalan di rasakan bisa membahayakan para penguna jalan.
"Tengoklah banyak yang parkir, ini jalan lintas Sumatra. Bahaya kalau dibiarkan, selain itu coba lihat drainase banyak sampah durian," ungkap Talip.
Dirinya Ia juga menyayangkan, pedagang masih berjualan di trotoar. Padahal sudah diperingatkan oleh aparat Satpol-PP. Begitu juga sebelumnya sudah ditertibkan.
"Saat dirazia semua kabur, tapi sorenya datang lagi, ini sama dengan melecehkan Satpol-PP," tandasya.
Sementara itu dari pantauan harian ini,tampak terlihat pedagang yang pagi harinya di razia,sorekembali beraktifitas berjualan dengan mengubakan badan jalan.
‘’Kalau tidak berjualan kami tidak bisa mencari makan,sebab kami berjualan durian dengan mengunakan modal,selain itu rumah kami jaug di muratara(sumsel),kalau kami tidak berjualan keluarga tidak makan,dan kita akan pintar pintar berjualan di sini saja’’kata Ali salah satu pedagang musiman.(dar)
