Merangin Ajukan 800 Formasi Guru
The Jambi Times - Bangko - Pemerintah kabupaten Merangin tahun 2015 merencanakan mengajukan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS)untuk tenaga pengajar sebanyak 800 formasi, dari 2000 formasi yang di ajukan ke pusat.
Pengajuan tersebut, mengingat kebutuhan guru di Merangin yang di anggap sangat mendesak, di tambah kebutuhan akan tenaga pendidikan di kawasan terpencil belum memenuhi persyaratan.
Hal dikatakan Hatam Tafsir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Merangin saat di konfirmasi koran ini diruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
"Kita memang banyak butuh guru, dan tahun ini guru yang paling banyak kita ajukan dari pada yang lain," kata Hatam.
Kebutuhan guru di Merangin memang sangat dibutuhkan, mengingat keterbatasan tenaga pengajar dengan status PNS di daerah terpencil sangat minim, dan bahkan tidak ada.
"Kita melihat di desa-desa masih banyak guru yang belum PNS, jadi guru memang dibutuhkan," terangnya.
Lebih jauh Hatam menjelaskan, selain guru masih banyak formasi lain yang di ajukan, seperti teknisi komputer, medis, penyuluh, dan tenaga administrasi lainnya yang di anggap menjadi kebutuhan.
"Yang lain banyak juga, medis, penyuluh, teknisi, admin kantor, pemandu wisata, namun yang menjadi prioritas itu guru, terutama guru agama," jelasnya.
Pengajuan tersebut di lakukan berdasarkan pengajuan dari SKPD Merangin, dan besarnya angka pensiunan di pemkab Merangin sejak 2010 silam.
"Dari 2010 sudah banyak yang pensiun, belum lagi yang pindah ke daerah lain, dan ini juga berdasarkan kalkulasi dari SKPD yang ada," bebernya
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Merangin Sukarni Karim membenarkan adanya pengajuan formasi guru dalam jumlah besar, namun belum dapat di pastikan jumlah pasti yang di butuhkan.
"Memang benar, tapi bukan 800 guru, sekitar 500 san, namun data fiknya ada di kantor, saya tidak berani mengatakan angka pastinya," tutup Sukarni. (lil)
Pengajuan tersebut, mengingat kebutuhan guru di Merangin yang di anggap sangat mendesak, di tambah kebutuhan akan tenaga pendidikan di kawasan terpencil belum memenuhi persyaratan.
Hal dikatakan Hatam Tafsir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Merangin saat di konfirmasi koran ini diruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
"Kita memang banyak butuh guru, dan tahun ini guru yang paling banyak kita ajukan dari pada yang lain," kata Hatam.
Kebutuhan guru di Merangin memang sangat dibutuhkan, mengingat keterbatasan tenaga pengajar dengan status PNS di daerah terpencil sangat minim, dan bahkan tidak ada.
"Kita melihat di desa-desa masih banyak guru yang belum PNS, jadi guru memang dibutuhkan," terangnya.
Lebih jauh Hatam menjelaskan, selain guru masih banyak formasi lain yang di ajukan, seperti teknisi komputer, medis, penyuluh, dan tenaga administrasi lainnya yang di anggap menjadi kebutuhan.
"Yang lain banyak juga, medis, penyuluh, teknisi, admin kantor, pemandu wisata, namun yang menjadi prioritas itu guru, terutama guru agama," jelasnya.
Pengajuan tersebut di lakukan berdasarkan pengajuan dari SKPD Merangin, dan besarnya angka pensiunan di pemkab Merangin sejak 2010 silam.
"Dari 2010 sudah banyak yang pensiun, belum lagi yang pindah ke daerah lain, dan ini juga berdasarkan kalkulasi dari SKPD yang ada," bebernya
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Merangin Sukarni Karim membenarkan adanya pengajuan formasi guru dalam jumlah besar, namun belum dapat di pastikan jumlah pasti yang di butuhkan.
"Memang benar, tapi bukan 800 guru, sekitar 500 san, namun data fiknya ada di kantor, saya tidak berani mengatakan angka pastinya," tutup Sukarni. (lil)