Cek Endra,Pemilukada Tolak Di Pilih DPRD
The Jambi Times - Sarolangun - Dengan adanya wacana pemerintah pusat untuk merefisi undang-undang tentang pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD Sarolangun atau pemilihan tidak lansung, ahirnya menuai portes dari sejumlah kepala daerah, sebut saja, Cek Endra Bupati Sarolangun saat diwawancarai sejumlah wartawan kemarin (16/9) mengaku tidak setuju jika pilkada tidak lansung.
Pernyataan tersebut dilontarkan Cek Endra bukan tanpa alasan, menurutnya jika pilkada dilakukan secara lansung bisa banyak dampak positif yang diperolah, satu diantaranya bisa mendekatkan pemimpin daerah dengan masyarakat, jika dipilih DPRD maka bukan tidak mungkin kepala daerah tersebut kurang memahami masalah dilapangan, karena tidak pernah turun ketengah-tengah masyarakat.
“Kalau saya tentang RUU Pilkada ini inginya tetap dipilih lansung oleh masyarakat, dan ini merupakan bentuk demokrasi murni kita, bahkan sebelum terpilih saja mereka sudah dekat dengan masyarakat,”Ujar Cek Endra.
Selain itu, Cek Endra juga menambahkan, kalau dipilih DPRD bisa membuka peluang orang luar daerah menjadi kepala daerah, karena yang bersangkutan hanya cukup mendekati DPRD nya saja, dan tidak dekat dengan masyarakat.
Terkait dengan tansaksional politik uang, dirinya menilai hal tersebut tergantung dengan indipidu kandidat kepala daerah itu sendiri, mau menganut politik uang atau tidak.
“Saya juga khuatir kalau dipilih lansung oleh DPRD berarti kita kembali lagi ke zaman Sembilan puluh delapan, tanggung kita sudah mereformasi diri tapi kembali lagi mundur, dan juga kalau dipilih DPRD demokrasi kita akan menjadi demokrasi yang semi bukan demokrasi yang utuh,”tambahnya.
Dan jika pemilihan kepala daerah di pilih langsung oleh DPRD,maka bisa di kawatirkan jika orang luar dari kabupaten sarolangun yang banyak uang dan dekat dengan DPRD bisa di pilih.
‘’Kalau di pilih DPRD tentu saja bisa repot,sebab bisa saja orang jakarta sana bisa menjadi kepala daerah sini akibat dekat dengan DPRD,padahal orang itu tidak tau maslah sarolangun ini juga bakal menjadi kesulitan,dan yang kita tau sistem demokrasi kita sudah menjadi contoh dunia,kenapa kita harus mundur lagi”katanya.
Terkiat dengan biaya politik yang tinggi,menurut Cek Endar tidak menjadi jaminan,sebab tergangung dengan kandidatnya sendiri.
‘’Kalau untuk biaya itu tergantu dengan kandidatnta sendiri jika dekat dengan rakyat maka bisa saja tidak perlu banyak biaya dan bisa terpilih,namun saya sangat berharap pilkada di lakukan secera langsung,jika memang ada kekurangan yang dilakukan oleh penyelenggara maka mari kita sempurnakan saja,dan kita perbanyak pengawasanya’’tegasnya.
Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap pemilihan kepala daerah tetap dipilih lansung oleh masyarakat, seperti yang disuarakan oleh perwakilan kepala daerah Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang mewakili secara asosiasi kepala daerah wali kota dan bupati se indonesia (askapsi).(yan)