News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Antisipasi Lonjakan Harga Daging Diskanak Sarolangun Siapkan 38 Sapi

Antisipasi Lonjakan Harga Daging Diskanak Sarolangun Siapkan 38 Sapi



The Jambi Times - Sarolangun - Untuk mengantisipasi melonjaknya  sejumlah harga kebutuhan daging jelang Idul Fitri, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sarolangun menyiapkan 38 ekor sapi dan 8 kerbau.
seperti yang di sampaikan oleh Gunawarman kadisnakan Sarolangun melalui  kabid peternakan Amrizal,menagatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan 38 ekor sapi dan juga kerbau.

"Stok kita sejauh ini yang ada di pedagang dan petani sekitar 38 ekor sapi, 8 kerbau dan ayam 4500 ekor. menghadapi Idul Fitri 1435 H nanti," katanya .

Sehingga menurutnya, lonjakan harga yang akan terjadi nanti bisa di minimalisir. Memang diakui kebutuhan daging secara nasional, untuk memenuhi kebutuhan konsumen saat ini mengalami kesusahan.

Akan tetapi pihaknya, tetap mengupayakan semaksimal mungkin, agar kebutuhan daging di tingkat masyarakat di Kabupaten Sarolangun terpenuhi.

"Kita juga lakukan operasi terhadap harga, biar daging kalaupun naik tidak melonjak begitu tinggi. Sepanjang pengalaman yang sudah sudah kalaupun naik, masih terbilang wajar. Tidak terlalu tinggilah naiknya," ujarnya.
Kenapa demikian? Sebab tradisi pemotongan tidak tertumpu di pasar induk. Pemotongan dilakukan di tingkat bawah, dengan cara itu bisa stabil.

"Di satu sisi memang kita prediksikan dengan stok yang ada, dirasa tidak kurang. Karena tingkat daya beli masyarakat pun menurun, dengan kondisi perekonomian di tingkat petani sedang turun," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya pun tidak punya wewenang mensuplay bila sewaktu waktu kebutuhan daging berkurang. "Suplay bukan tugas kita, kita hanya penyiapan fasilitas pasar ternak. Mestinya peternak memanfaatkannya, agar daging mudah didapat," katanya.

Selain itu nanti, sebutnya, min tiga idul fitri timnya akan turun ke setiap pasar di kecamatan kecamatan, memeriksa kondisi kesehetan hewan yang akan dipotong. Sehingga benar benar layak komsumsi di masyarakat.

"Kesehatannya kita periksa, terus asal usul hewan itu untuk kehalalannya. Semuanya tetap diantisipasi agar masyarakat yang menjadi konsumer tidak dirugikan," pungkasnya. (yan)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.