Di Prediksi BBM Subsidi Di SPBU Langkah Di Hari Raya
![]() | |
| (Ilustrasi) |
The Jambi Times – Jambi – Di perkirakan terdapat hampir 70 SPBU yang ada di Provinsi Jambi di berbagai wilayah kota dan kabupaten di 9 kabupaten dan 2 kota, dalam pertemuan antara pihak unit pemasaran depot II Jambi PT. Pertamina dengan Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas Bumi beberapa waktu lalu .
Pihak Pt.Pertamina khususnya bagian Unit Pemasaran II mengultimatum bahwa dalam 5 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri,tepatnya H-5 Lebaran di sarankan kepada pengusaha minyak yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas Bumi khususnya harus menyetorkan dana pembilan BBM subsidi ke depot pertamina belalui bank,depot unit pemasaran II yang terletak di daerah Kasang kota Jambi mensarankan untuk segera di percepat pembayaran.
Hal ini di kwatirkan akan terjadi kendala dalam pembayaran atau menyetoran di bank milik pemerintah tersebut.
Sebab bank tutup di perkirakan 4 hari jelang lebaran sedangkan 28-29 Juli 2014 sudah Hari Raya Idul Fitri,jika pihak pengusaha terlambat membayar atau menyetor dana pembelian BBM khusus subsini akan terjadi potensi kelangkaan BBM sebelum bahkan seudah Hari Raya Idul Fitri.
sebab pihak pertamina tidak berani menyuplain BBM ke Tanki SPBU jika dana pembilan BBM tersebut belum masuk ke rekening pertamina.
Menurut Ian, petugas dari unit pemasaran II depot Pt.pertamina Jambi yang mengurusi hal ini mengatakan kepada The Jambi Times,Kamis (17/07/2014) di ruang kerjanya,”Jika pembayaran di lakukan mendekati hari lebaran akan di kwatirkan proses transfer dana pembilan BBM khusus subsidi ke pihak pertamina akan terkendala , di takutkan pihak bank tidak memproses transferan dana pembelian ke pertamina di karena closing time hari besar itu,”ungkapya.
Tahun yang lalu 2013,pihak pertamina tidak mempersoalkan masalah ini karena pihaknya sudah melakukan langkah-langkah dengan pemerintah provinsi dalam hal ini adalah,Syarasaddin saat masih menjabat sekda provinsi Jambi,Syahrasaddin turun tanggan dalam masalah ini dan langsung menghadap ke Bank Indoensia perwakilan Jambi ,dalam mengatasi terjadinya kelangkaan BBM.
Bank Indoenesia di anggap berperan penting sebab Bank Indoensia bisa menjamin untuk tidak menjadi kendala dalam proses pembayaran pembelian BBM untuk di SPBU ke Bank lain.
Tahun 2014 justru ini sebaliknya, potensi kelangkaan BBM subsidi menjelang hari raya akan di prediksi terjadi,kembali Ian mengatakan Peltu Sekda provinsi Jambi,Kailani tidak ikut berperan mengatasi persoalan ini,itulah yang di sesalkan.
Sedangkan bank yang menerima pembayaran pembelian BBM untuk SPBU kepada pertamina adalah bank pemerintah.Yang idealnya maslaah ini harus segera di atasi sedangkan pihak bank yang di tunjuk untuk pembayaran BBM ke P.t Pertamin salah satunya adalah bank Mandiri.
Sedangkan keluhan pihak pengusaha BBM ini dengan alasan tidak mecukupi dana untuk itu dalam waktu dekat di Hari Raya Idul Fitri jika Bank Indoensia menamin mungkin tidak jadi persoalan.
Pihak Pt.Pertamina khususnya bagian Unit Pemasaran II mengultimatum bahwa dalam 5 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri,tepatnya H-5 Lebaran di sarankan kepada pengusaha minyak yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas Bumi khususnya harus menyetorkan dana pembilan BBM subsidi ke depot pertamina belalui bank,depot unit pemasaran II yang terletak di daerah Kasang kota Jambi mensarankan untuk segera di percepat pembayaran.
Hal ini di kwatirkan akan terjadi kendala dalam pembayaran atau menyetoran di bank milik pemerintah tersebut.
Sebab bank tutup di perkirakan 4 hari jelang lebaran sedangkan 28-29 Juli 2014 sudah Hari Raya Idul Fitri,jika pihak pengusaha terlambat membayar atau menyetor dana pembelian BBM khusus subsini akan terjadi potensi kelangkaan BBM sebelum bahkan seudah Hari Raya Idul Fitri.
sebab pihak pertamina tidak berani menyuplain BBM ke Tanki SPBU jika dana pembilan BBM tersebut belum masuk ke rekening pertamina.
Menurut Ian, petugas dari unit pemasaran II depot Pt.pertamina Jambi yang mengurusi hal ini mengatakan kepada The Jambi Times,Kamis (17/07/2014) di ruang kerjanya,”Jika pembayaran di lakukan mendekati hari lebaran akan di kwatirkan proses transfer dana pembilan BBM khusus subsidi ke pihak pertamina akan terkendala , di takutkan pihak bank tidak memproses transferan dana pembelian ke pertamina di karena closing time hari besar itu,”ungkapya.
Tahun yang lalu 2013,pihak pertamina tidak mempersoalkan masalah ini karena pihaknya sudah melakukan langkah-langkah dengan pemerintah provinsi dalam hal ini adalah,Syarasaddin saat masih menjabat sekda provinsi Jambi,Syahrasaddin turun tanggan dalam masalah ini dan langsung menghadap ke Bank Indoensia perwakilan Jambi ,dalam mengatasi terjadinya kelangkaan BBM.
Bank Indoenesia di anggap berperan penting sebab Bank Indoensia bisa menjamin untuk tidak menjadi kendala dalam proses pembayaran pembelian BBM untuk di SPBU ke Bank lain.
Tahun 2014 justru ini sebaliknya, potensi kelangkaan BBM subsidi menjelang hari raya akan di prediksi terjadi,kembali Ian mengatakan Peltu Sekda provinsi Jambi,Kailani tidak ikut berperan mengatasi persoalan ini,itulah yang di sesalkan.
Sedangkan bank yang menerima pembayaran pembelian BBM untuk SPBU kepada pertamina adalah bank pemerintah.Yang idealnya maslaah ini harus segera di atasi sedangkan pihak bank yang di tunjuk untuk pembayaran BBM ke P.t Pertamin salah satunya adalah bank Mandiri.
Sedangkan keluhan pihak pengusaha BBM ini dengan alasan tidak mecukupi dana untuk itu dalam waktu dekat di Hari Raya Idul Fitri jika Bank Indoensia menamin mungkin tidak jadi persoalan.
Lemahnya kebijakan dan aturan birokrasi di Jambi akan membuat kelangkaan BBM khusus untuk subsidi di kwatirkan akan terjadi di tiap SPBU di provinsi Jambi khususnya,baik di kota maupun di kabupaten sebelum Hari Raya Idul Fitri 2014 ini.(Tim-JT)
