Kepala Puskesmas Singkut,Paksa Pasein Beli Obat Di Apotik Miliknya
The Jambi Times - Sarolangun - Pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan hak bagi seluruh masyarakat,dan tak terkecuali di kecematan singkut,namun pelayanan kesehatan di singkut mulai di keluhkan masyarakat,sebab kepala puskesmasnya dr Hermiyanto jarang berada di kantor,dan lebih banyak berada di tempat praktik,dan belum lagi jika ada pasien yang berobat sering di anjurkan untuk membeli obat di apotik miliknya,sehingga kondisi ini di keluhkan oleh masyarakat,bukan hanya itu keharmonisan,di antara unsur tripika juga banyak di keluhkan masyarakat,sebab jarang mau menghadiri kegiatan yang ada di singkut.
Seperti yang di sampaikan oleh Al salah satu masyarakat yang di jumpai Koran ini mengatakan bahwa,jika kepala puskesmas jarang berada di tempat dan banyak berada di tempat prekteknya.
‘’Kepala puskesmas jarang berada di kantor,dan lebih banyak berada di tempat prekateknya,padahal jika kami perlu terpaksa kami harus mencari kerumahnya”ungkapnya.
Bukan hanya itu saja menurutnya bahwa,dirinya juga pernah berobat ke puskesmas singkut,namun obatnya di suruh beli di apotik milik kepala puskesma,sehingga dengan terpaksa dirinya membeli meskipun harus dengan harga yang lumaya mahal.
‘’Saya juga pernah berobat ke puskesmas namun saya harus membali obat di apotik miliknya yang berada di pasar,meskipun agak mahal terpaksa saya beli juga karena saya ingin sembuh”jelasnya.
Sementara itu menurut staf puskesmas singkut yang enggan di tulis namanya,juga membenarkan jika kepala puskesmas jarang berada di kantor.
‘’Saya memang jarang berada di tempat,dan jika ada hanya sebentar saja”ujarnya.
Terpisah dr Hermiyanto yang di konfirmasi via ponselnya menyangkal,bahwa tuduhan yang di alamatkan kepada dirinya tidak benar,dirinya sering berada di kantor,dan sesekali kluar kantor karena dinas .
‘’Itu tidak benar sebab saya sudah menjalankan pekerjaan saya sesuai dengan aturan yang ada,dan saya tidak berada di kantor karena tugas luar”jelasnya.
Di sebutkan juga bahwa,banyak pasien yang berobat dan di arahkan membeli obat di apotik miliknya juga tidak benar.
‘’Apalagi obat pasien saya juga tidak mengarahkan mereka membeli di apotik saya,dan jelas saya katakan bahwa tuduhan itu tidak benar’’tegasnya.(yan)
